Friday, September 8, 2017

Mengapa Orang Jerman Suka Menghibahkan Barang-Barangnya?

Artikel singkat tentang kegemaran orang Jerman yang menghibahkan barang-barangnya ini aku tulis karena barusan aku lihat truk pengangkut barang hibah-an berhenti di depan apartemenku:


"SPERRMÜLL? bei Anruf ABFUHR"
"Barang-barang bekas? Telfon saja, kami angkut!"

Truk besar ini, adalah truk pengangkut barang-barang bekas, rusak, tak terpakai, yang tak muat dibuang di tempat sampah, seperti sofa, almari, dan meja, dsb. Barang-barang bekas tersebut kadang ada juga yang masih bagus. Hanya karena bosan dan ingin ganti model baru, barang-barang ini harus dijual kembali atau kalau tak laku dijual, agar tidak memenuhi ruangan, dibuang saja. 

Ada peraturan di Jerman bahwa kita tak boleh membuang barang-barang tersebut seenak udel. Tak bisa kita letakkan di tepi jalan, atau di dekat tempat sampah, karena akan merusak pemandangan, dan menyusahkan pengangkut sampah. Oleh karenanya, satu-satunya jalan, ya panggil petugas pengangkut seperti ini. 

Untuk memanggilnya, kita harus bayar sejumlah uang dan petugas yang datang. Untuk jumlahnya, meski tidak banyak, tapi lumayan juga. Kalau dipikir-pikir barang mau dibuang aja kok masih harus bayar, sih? Makanya, banyak yang menghibahkan barang-barang tersebut. 
bagian belakang mobil pengangkut barang

petugas pengangkut yang menunggu barang-barang diturunkan


Banyak alternatif yang bisa ditempuh agar mereka bisa melenyapkan barang tak terpakai tersebut tanpa membayar uang sepeser pun. Yakni dengan posting di group facebook, group yang menjembatani aksi buang dan jemput barang itu atau lewat ebay-kleinanzeigen, atau lewat sosial media lainnya. Dengan demikian, mereka tak harus susah-susah mengangkut barang, tinggal menunggu orang yang butuh, dan menjemput barang mereka. 


Jangan lupa like facebook fanpage Denkspa untuk mengetahui info harian seputar Jerman, terutama Hamburg (tempat aku tinggal sekarang). Klik di sini untuk like facebook fanpage Denkspa. Vielen Dank (Banyak terima kasih)

Salam dari Hamburg

3 comments:

  1. hem, kayaknya di indonesia uda ada deh mbak. cuma nggak secanggih di jerman . biasanya bawa gerobak. tukangnya :)

    ReplyDelete
  2. Ada juga orang Jerman (yang aku follow di Youtube) yang menerapkan gaya hidup minimalis Kak sehingga mengurangi barang2nya dan menggunakan yang memang benar2 diperlukan aja. Dia menghibahkan barang2 yang tidak diperlukan lagi.

    ReplyDelete
  3. kalo gini bakal masih ada manfaat barangnya
    gak memenuhi sungai

    ReplyDelete

Join Facebook

Followers

Google+ Followers