Wednesday, August 16, 2017

Cara Hidup Hemat di Jerman

Hai balik lagi dengan aku Alvita di sini. Kali ini aku mau sharing tentang hal-hal bermanfaat yang aku rasakan selama tinggal di kota Hamburg, khususnya menyangkut biaya sehari-hari. 

Baca juga: 8 Hal Yang Mahal di Indonesia, tapi murah di Jerman!

Bisa dibilang, selama tinggal di sini aku bisa banget berhemat loh dibandingkan waktu tinggal di Jakarta. Waktu tinggal di Jakarta, dikarenakan budaya kita yang doyan hangout alias nongkrong, sering banget makan dan belanja di luar. Memang pada dasarnya biaya hidup di sini kalo dibandingkan dengan Indonesia jelas di sini lebih mahal dan sebagai FSJ (Freiwiliges Soziales Jahr) atau sukarelawan, kita akan dibayar pas-pasan untuk biaya makan, tempat tinggal, dan transportasi. Setelah beberapa bulan tinggal di Hamburg, aku menemukan banyak cara hidup hemat, sehingga pendapatan yang pas-pasan tadi bisa aku tabung. Yuk disimak caranya!

Masak di Rumah

Mengenai hal ini pasti sebagian besar dari kalian juga udah ngerti. Masak sendiri di rumah memang membuat perbedaan besar dalam urusan kantong dengan makan atau jajan di luar. Kenapa? karena harga-harga di supermarket jauh lebih murah dengan harga restaurant maupun imbiss (sebutan warung makanan di Jerman). Contohnya, beli pizza di warung sini seharga 2 Euro cuma dapat 1  potong segitiga begitu, sedangkan dengan harga yang sama, dari supermarket kita bisa dapat adonan pizza 1 loyang plus saus tomatnya, tinggal ditambah topping (malah bisa kreasi sendiri toppingnya) seperti daging/sayur yang juga ga mahal. Atau ada juga pizza instan yang dibekukan, jadi tinggal dipanaskan dalam oven, harganya berkisar antara 2-4 Euro. Dan buat yang ga bisa makan tanpa nasi, dengan harga 2 Euro tersebut bisa kalian belikan beras 1 kg di sini hehe

Coba kalau kita beli bihun goreng seperti ini di restoran? Patokan harga di Hamburg (non mittagtisch) adalah 7,5 euro.  Sedangkan kalau masak sendiri, beli bihun, cuma 45 sen dan udang 9 euro dapat sekilo bisa dipakai berkali-kali sesuai kebutuhan.


Zu Verschenken = Give Away = Bagi-Bagi Gratis

Tips selanjutnya adalah ikutan grup yang suka kasih barang secara cuma-cuma. Awalnya aku menemukan grup di facebook yang bernama "Free Your Stuff Hamburg". Di dalamnya banyak member grup yang posting untuk kasih barang atau cari barang GRATIS! dan barang-barang yang dikasih juga ga cuma barang kecil, ada banyak yang kasih peralatan rumah tangga seperti sofa, meja, bangku, lemari, Handphone, baju, aksesoris, dsb. Iya kamu ga salah baca! Enaknya lagi itu khusus kota aku, jadi aku tinggal jemput aja barangnya.  


Aku pikir "Waahh orang sini baik hati banget yah, kalo di Indonesia mana ada yang mau bagi-bagi gratis, yang ada dijual". Kalo ada yang posting mau kasih barang, tinggal kirim pesan ke orangnya, terus diskusi deh apakah barangnya mau dijemput sendiri atau dikirim. 

Ternyata kalo udah nemu 1 grup bakalan nemu lagi grup lain yang mirip-mirip. Aku sendiri udah gabung sama 2 grup macam ini. Cuma karena gratisan, biasanya rebutan sama member lain sih, siapa cepat dia dapat. Kemudian di Ebay Kleinanzeigen (iklan kecil Ebay) juga ada bagian yang bernama "Zu Verschenken" nah itu sama aja, cuma tentunya kita harus punya account Ebay biar bisa kirim pesan. Kota pencarian barang pun bisa di sortir sesuai kota kita tinggal.
screenshoot dari app ebaykleinazeigen yang bisa didownload di smart phone. Gambar ini hanyalah khusus barang-barang yang diberikan secara cuma-cuma alias zu verschenken.


Memburu Makanan Gratis

Nah kalo ini mirip dengan tips di atas, karena menemukan grup-grup tadi maka ketemu juga lah grup ini. Cuma bedanya grup ini khusus bagi-bagi makanan dan minuman aja. Malah ada yang suka bagi makanan di garasinya secara rutin loh 3 kali seminggu. Jadi, dulu aku rutin datang dan ga perlu belanja sama sekali. 


Orang yang suka membagikan makanan ini kebetulan seorang ibu rumah tangga yang suka "menyelamatkan" makanan sisa dari supermarket atau toko, bahkan dari kantin sekolah anaknya. Soal pentingnya "menyelamatkan makanan" di Jerman akan aku bahas di artikel blog selanjutnya. Selain grup Facebook, ada juga website resmi bernama "Food Sharing" dimana kita bisa bikin account dan cari orang yang mau kasih makanan sesuai lokasi yang kita mau.


Belanja di Pasar Loak


Flohmarkt adalah bahasa jerman dari Flea Market alias pasar loak. Di pasar loak, banyak orang yang buka gerai dan biasanya menjual barang bekas dengan harga miring, kadang bisa nawar juga (walaupun ga se-gila di Indonesia sih nawarnya :p). Kelebihannya Flohmarkt di sini itu kita bisa membeli barang-barang bermerek asli dengan harga murah, secara di sini barang palsu tidak diijinkan masuk. Flohmarkt ini biasanya diadakan pada periode tertentu, ada yang cuma beberapa hari atau setiap sabtu-minggu.


Nongkrong Murah


Mau nongkrong tapi lagi irit? Di sini, kita bisa piknik dengan nyaman, memang di Indonesia juga bisa sih tapi entah kenapa banyak orang lebih memilih ke mall mungkin karena tamannya dikit dan cuacanya panas­čśÇ. Tapi kalo piknik di sini masih banyak penggemarnya (jika cuaca cerah), menurut aku karena di sini banyak taman umum yang bersih, nyaman, dan aman. Terus kita tinggal bawa makanan dari rumah deh yang pasti lebih hemat daripada jajan di luar. 




Atau kita juga bisa cuma duduk-duduk aja di rumput, menikmati matahari, udara bersih, baca buku. Bahkan saat musim panas, banyak yang cuma berjemur dengan pakaian dalam/bikini. Hal lain yang bisa kita lakukan adalah mengunjungi atau mengundang teman datang. Biasanya acara yang berlangsung yaitu masak-masak, nonton bareng, atau sekedar ngobrol haha. Untuk yang suka pergi Clubbing, di Hamburg punya banyak Club gratis loh, tinggal masuk dan joget ;)


Public Event


Hamburg mempunyai cukup banyak acara rakyat dengan harga murah sampai gratis. Ini bisa jadi acara nongkrong bersama teman maupun sendiri. Contohnya yaitu "Lange Nacht der Museen" (Malam panjang untuk museum-museum), untuk ikutan kita tinggal bayar 10 Euro dan bisa mengunjungi hampir semua museum di Hamburg yang jumlahnya banyak banget. Biasanya 10 Euro itu harga masuk 1 museum. 


Terkadang tempat-tempat atraksi turis juga suka terbuka untuk umum. Ada gedung Elbphilharmonie, gedung untuk konser musik dimana kita bisa naik gratis ke atas dan lihat pemandangan Hamburg dari atas. 

Baca juga: Elbphilharmonie Hamburg

Atau museum miniatur yang mengijinkan orang-orang yang "tidak mampu" untuk masuk gratis, kenapa di tanda kutip? Karena peraturannya cuma berbunyi kira-kira begini "Jika anda tidak mampu membayar, cukup bilang ke kasir dan anda boleh masuk gratis". Dan itu beneran aku coba bersama teman-temanku, walaupun sebenarnya kami mampu, tapi kami dikasih masuk tanpa diminta bukti ketidakmampuan kami. Tapi aku kurang tahu apakah itu berlaku selamanya atau hanya Periode tertentu.

Jadi aku rasa tinggal di Jerman bisa hemat kok kalau kita tahu celah-celahnya dan memanfaatkan kesempatan yang ada. Semoga tulisanku kali ini bermanfaat untuk kalian.

Baca juga artikel menarik lain yang aku tulis: Pengalaman memalukan saat jadi au pair di Jerman

Sekian!

7 comments:

  1. Selalu ada cara untuk hidup sederhana selama kita mau dan berani melakukannya :-)

    ReplyDelete
  2. Soalnya kalau perabotan besar2 atau mebel dibuang kan harus bayar juga ya (truk sampahnya jemput), makanya ya lebih baik disumbangin deh :D Btw beras 1 kg 2 euro beli di toko apa?.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya ya aku jarang ke Lidl sih. Minggu depan ada angebot tuh beras :D .

      Delete
  3. aku mau ikutan grup bagi2 gratis itu

    ReplyDelete
  4. Grup gratis wedew *.*

    Tapi jauh di sana wkwkwkkwkw. Yaudah, masuk wishlist dulu aja heheh

    ReplyDelete

Join Facebook

Followers

Google+ Followers