Wednesday, July 26, 2017

MELAMAR FSJ/BFD dari Indonesia


Beberapa waktu yang lalu, ada sebuah pertanyaan mendetail tentang melamar FSJ dari. Berhubung kesibukan kuliah yang amat padat, aku baru sempat mengupasnya sekarang.

Baca juga: Seputar FSJ/BFD di Jerman 

Artikel yang aku tulis ini adalah opini pribadiku yang mungkin berbeda dengan pengalaman FSJ-ler lain. Semoga membantu :)

Ini pertanyaannya

Aku pengen FSJ di bidang kultur (budaya), bagaimana?

Begini, dulu aku niat banget pengen FSJ di museum atau di TK, karena aku suka mempelajari perbedaan budaya antara Jerman dan Indonesia, pertimbangan FSJ di TK adalah karena aku suka sama anak kecil. Saat kulihat kesempatan menjadi FSJ di bidang tersebut mendapat gaji yang rendah, aku mulai mencari peluang lain. Di München, aku mendapat tawaran menjadi FSJ di sebuah TK, dengan gaji yang cukup besar (650 euro), tapi keinginanku untuk pidah dari München membuatku menolak tawaran tersebut.

Untuk melamar FSJ dari Indonesia, terlebih di bidang kultur, kalian harus jeli melihat gaji yang ditawarkan. Mengapa?

* Pihak kedubes akan mempertimbangkan berapa gaji kalian, apakah cukup untuk biaya hidup, makan, akomodasi, dan kebutuhan lain per bulannya di Jerman. Kalau dirasa tidak mencukupi, kemungkinan besar visa kalian akan ditolak. Pengecualian, kalau di kolom apply visa, kalian mencantumkan bahwa biaya hidup di Jerman ditanggung oleh orang tua di Indo atau punya penjamin di Jerman, atau punya uang deposit 8700 euro, jadi gaji berapa pun yang didapat dari FSJ tak jadi masalah.

* Berapa gaji yang mencukupi dan berpotensi untuk dikabulkan visanya oleh pihak kedubes? Lihat kota dimana kalian tinggal. Kalau tinggal di kota besar seperti Hamburg atau München, gaji 300 atau 400 dijamin kurang, minimal 600 (kalau tak dapat apartemen dari pihak Träger), kalau dapat tunjangan akomodasi dari pihak Träger, gaji 300 atau 400 pun cukup (jangan lupa saat apply visa bilang bahwa gajinya bersih tanpa membayar uang sewa apartemen)

Cara daftarnya?

Untuk daftar FSJ atau pekerjaan apapun di Jerman (termasuk au pair), memang sebaiknya dilakukan jauh-jauh hari. Cantumkan di surat lamaran yang kalian kirim lewat email itu, bahwa kalian ingin daftar FSJ untuk bulan September.

Daftar sebanyak-banyaknya!!! Dulu, saat aku mendaftar FSJ, aku kirim lamaran ke lebih dari 50 lowongan yang ada, dan mengikuti 6 kali interview sampai aku benar-benar diterima. Memang melelahkan dan menegangkan, tapi yang namanya berjuang, pasti tak ada yang langsung mudah, kecuali hidup kita diliputi keberuntungan.

Untuk melihat contoh surat lamaran, klik di sini.

Untuk Interview? Apakah harus datang atau bisa Skype?

Teknologi modern memang memudahkan kita untuk berinteraksi dengan dunia global. Oleh karena itu, kita bisa memanfaatkan kecanggihan teknologi yang ada dengan skype. Pertama, kalau lamaran kita sudah dapat tanggapan, jangan ragu bertanya: Saya masih tinggal di Indonesia, bisakah interview kita lakukan lewat skype?

Orang Jerman adalah orang yang sangat terus terang. Waktu aku di München, aku dapat panggilan kerja dari IB Ulm. Jarak Ulm dan München terbilang dekat karena Ulm masih terletak di Bavaria. Tapi saat itu, aku tak dapat libur dari Host Family untuk pergi interview, akhirnya aku beranikan diri bertanya dan berterus terang akan keadaanku yang sebenarnya. Mereka mau  kok melakukan Skype denganku.

Untuk datang Interview? Biaya ditanggung siapa?

Sekali lagi hal ini tidak bisa ditanyakan kepadaku, karena masing-masing penyedia kerja berbeda. Biasanya biaya ditanggung sendiri, apalagi biaya datang dari Indonesia, kemungkinan besar, mereka tak mau menanggung resiko untuk memberikan ratusan euro secara cuma-cuma demi undangan interview FSJ saja (yang mungkin bisa juga disalah gunakan oleh kita). Orang Jerman itu sangat teliti dan perhitungan, logikanya, mereka akan berpikir, "Ini kan cuma interview, lagi pula, dia mungkin juga interview di tempat lain juga, jadi mengapa bukan tempat lain itu yang membayar biaya perjalanannya? Kalau kita yang bayar, dia kerjanya di tempat lain? Wah rugi, dsb!"

Untuk proses melamar FSJ, ada tahapan interview dan hospitation. Interview memang bisa dilakukan lewat skype, tapi hospitation harus datang melihat-lihat tempat kerja dan berkenalan dengan para pekerja serta melihat bagaimana mereka bekerja. Untuk hospitation ini, mereka juga biasanya sudah mewanti-wanti agar datang dengan biaya sendiri. Aku dulu diberitahu lewat email bahwa untuk datang ke Hamburg dan melakukan hospitation, biaya aku tanggung sendiri.

Nah kalau dari Indonesia? Penyedia dan penyalur FSJ yang menerima WNA, biasanya lebih tahu bagaimana menangani hal ini. Ada sebuah informasi, bahwa untuk melamar dari Indonesia, kita tidak perlu melakukan hospitation alias cuma interview lewat skype saja.

Visa yang dipake untuk interview apa?

Kalau memang ada panggilan interview atau hospitation di pihak penyelenggara FSJ, kalian harus konfirmasi ke pihak pengundang dan pihak kedubes visa apa yang harus diajukan. Karena visa undangan interview saja tidak ada kategorinya. Menurutku, datang ke Jerman hanya untuk interview saja sangat menyita waktu, tenaga dan uang. Saranku, minta pihak Träger untuk interview lewat skype saja dan skip hospitation. Kalau mereka tidak mau, cari Träger lain yang lebih membuka diri terhadap kesempatan FSJ buat orang asing yang belum tinggal di Jerman!


Perihal jadwal kerja?

Kalau misalnya sudah diterima, bisa nggak jadwal kerja dimajukan agar kita tak usah repot-repot pulang ke Indonesia dan langsung memperpanjang visa di Jerman? 

NO WAY! AUF KEINEN FALL!! Di Jerman, semua serba ada aturan dan jadwal masing-masing. Kalau kalian melamar untuk bulan September, lalu minta dimajukan April, tentu saja mereka tak akan mau. Mengapa?

* Saat mempertimbangkan untuk mengundang kalian interview, mereka sudah punya bayangan untuk menerima orang tertentu di bulan tertentu.

* Tiap lowongan, tak bisa lebih tak bisa kurang! Ingat, orang Jerman itu saklek! Di tiap-tiap lowongan kerja, mereka sudah menyusun anggaran, pekerja, dan jam kerja masing-masing orang. Misalnya, di sebuah TK, mereka butuh 1 tenaga ahli, satu asisten, satu pekerja magang, satu sukarelawan. Mereka tak akan memasukkan, menyelip-nyelipkan 2 sukarelawan di sana. Jadi kalau kalian misalnya diterima interview di bulan Maret, lalu minta langsung kerja di bulan April, sedangkan di bulan April tersebut, posisi FSJ masih ada yang menempati? Mau ditempatkan di mana kalian? Masak iya, FSJ yang lama dipecat begitu saja demi memasukkan kalian? :D

*Orang Jerman itu konsisten dan suka orang yang konsisten. Jadi mereka benar-benar terencana, kalau rencana awal mulai kerja bulan September, lalu berubah bulan Maret atau Mei, mereka nggak bakalan menerima hal itu.

Baca juga: Jerman Vs Indonesia: Saklek Vs Cerdik

Mau bertahan di Jerman sampai mulai kerja bulan September?

Kalau misalnya kalian diterima bulan September sedangkan nggak mau pulang ke Indonesia, maunya nunggu di Jerman saja, bagaimana? 

Sulit!!. Pertama, visa apa yang kalian punya saat interview? Visa Turis? Kalau iya, kalian harus tetap pulang ke Indonesia untuk ganti visa FSJ. Kedua, kalau datang ke Jerman pakai visa Sprachkurse, dan ingin memperbaiki bahasa Jerman (kursus) sambil menunggu kerja, juga sulit. Untuk mengganti visa dari Sprachkurse ke visa FSJ, kalian tetap harus pulang ke Indonesia. Itu aturannya, karena visa Sprachkurse merupakan visa persiapan studienkollege atau kuliah, jadi kalau pindah haluan jadi FSJ, harus pulang dulu ke Indonesia.

Warning: Temanku mengganti visa au pairnya menjadi visa sprachkurse, ketika dia ingin FSJ, pihak kedubes mewajibkan dia kembali ke Indonesia. Meskipun telah mengantongi dokumen lengkap FSJ, kontrak kerja dsb, dia ditolak kedubes. Dalam surat penolakannya yang panjang, pihak kedubes menyebut bahwa temanku itu PLIN-PLAN dan tak tahu apa tujuannya datang ke Jerman. Jadi, kalian harus hati-hati. Pemerintah Jerman merekam semua track record kita.

Jadi, cara paling baik adalah pilih Träger yang hanya menerima interview lewat skype, sekalipun kalian bersikukuh datang ke Jerman untuk hospitation, konfirmasikan dulu dengan pihak kedubes dan Träger dengan sejujur-jujurnya agar kita bisa leluasa bergerak dan tak takut salah karena kita sudah yakin bahwa apa yang kita lakukan sudah benar.

Kalau setelah interview, kalian mau tetap tinggal di Jerman, tak ada visa yang paling masuk akal untuk dilakukan, karena visa kunjungan sementara, harus tetap pulang ke Indonesia untuk memperpanjang visa tinggal (FSJ). Kecuali kalian punya kenalan yang mau menjamin (jadi Verpflichtungserklärung), kalian bisa buat visa kunjungan dengan undangan dari mereka. Untuk masalah ini, lagi-lagi, kalian harus konfirmasi dengan pihak pengundang dan kedubes. Pokoknya, semua harus clear sebelum kalian salah ambil keputusan. Ingat: Salah spekulasi hidup di Jerman bisa berantakan. Kalian harus cermat dan teliti serta yang paling penting, jujur&transparan, karena di Jerman, pemerintahannya nggak bisa disogok. Sekalipun kenalan kalian itu perdana menteri, kalau kalian harus pulang dideportasi, ya tetap saja dipulangkan! :D

Kalau nunggu FSJ dengan kerja sambilan?

Aku harus bertanya lagi. Visa yang digunakan itu visa apa? Visa Turis, FSJ, Au Pair, dan Visa Kunjungan, dilarang keras untuk bekerja sambilan! Kalaupun mau kerja saat au pair atau FSJ, kalian harus kerja gelap, dengan resiko (kalau ketahuan) dideportasi dan tak bisa balik ke Jerman minimal 20 tahun. Kalau visa sprachkurse, setahuku bisa minimal 20 jam per minggu (ini juga tergantung kantor imigrasi setempat, memperbolehkan atau tidak). Kalau kalian tidak punya izin kerja, tapi nekat kerja (sekalipun kerja sambilan), siap-siap nggak balik ke Jerman kalau ketahuan.

Nah, semua pertanyaan, sudah aku jawab, sekarang giliranku ngasih TIPS yang aku dapat dari Grup Facebook Au Pair, FSJ, dan Azubi di Jerman (gabung gih! Gratis kok :P).

TIPS PERTAMA: Bagaimana melamar FSJ dari Indonesia?

Salah satu kawan blogger yang ingin melamar FSJ dari Indonesia menceritakan kisahnya padaku bahwa seorang temannya berhasil melamar FSJ dari Indonesia, prosesnya memang panjang, tapi dia berhasil berangkat ke Jerman. Kawan bloggerku itu pun mencoba kesempatan yang sama. Dia sudah mahir berbahasa Jerman karena pernah kuliah di sastra Jerman.

Sudah sekitar 8 bulan dia mendaftar, belum juga dapat panggilan. Dari sini, aku sedikit pesimis akan kesempatan melamar FSJ dari Indonesia. Tapi bukankah tak ada hal yang mustahil dilakukan selama kita berusaha? Ingat kisah-kisahku sebelum ke Jerman yang penuh keajaiban? Kalian pun berhak atas keajaiban yang sama jika mau berupaya.

Baca kisahku: Sebelum au pair part 1: Semua berawal dari patah hati

Sabar dan terus mencoba. Melamar terus dan terus berupaya. Kalau memang takdir kalian ke Jerman, tak akan ada satu halangan pun yang merintanginya, bukan?

Lalu di mana daftar FSJ yang memungkinkan kita diterima jika melamar dari Indonesia? 

Salah satu komentar yang menyegarkan dari salah satu anggota Grup FB. Coba di Diakoni RWL

Aku tahu, kalian pasti mau linknya aku bagi. Tentu saja, aku bagikan linknya. Kalau mau mencari tahu tentang Diakonie RWL, silakan buka websitenya di sini! 

Untuk like atau kirim pesan lewat FB, silakan like fb fanpage nya di sini

Ini juga ada saran dari anggota Grup fb,


Link yang dibagikan untuk melamar FSJ, silakan klik di sini.

TIPS 2: Jangan sungkan tanya!

Begitu dapat informasi, silakan bertanya. Kalau gabung di Grup Fb, bisa tanya sama anggota yang sudah pengalaman, atau tanya langsung kepada pihak pemberi kerja (Träger)!. Usahakan sambil tanya, sambil bersungguh-sungguh berusaha. Puluhan email datang padaku untuk bertanya-tanya, kadang saking sibuknya, aku lupa membalas, kalau sempat, aku balas singkat saja. Kalau terlalu banyak tanya, juga kadang menjengkelkan bagi orang yang ditanyai, bukan? Jadi usahakan pertanyaannya mengena, dan tidak membingungkan. Kalian bisa juga pakai bahasa Inggris kok kalau kirim email atau bertanya kepada Träger tersebut.

TIPS 3: Kalau tak mau ribet, pakai AGEN!!

Aku bukanlah agen penyalur FSJ ataupun au pair. Apa yang aku tulis di blog mau pun di fb fanpage adalah semata-mata aku ingin share info, pengetahuan, dan liputan yang berkenaan dengan Jerman dan hidup di Jerman (termasuk kesempatan kerja dan kuliah). Kadang sakit hati juga, kalau share di fb, lalu ada yang nyeletuk bahwa aku nyari keuntungan. Keuntungan apa? Aku bahkan rela menulis, mengumpulkan info, membaca, dan membagikannya kepada kalian dengan cuma-cuma, sehingga (mungkin) ada yang terbantu atau terpecahkan masalahnya. Mengingat aku dulu juga sering kebingungan nyari info.

Ada beberapa agen penyalur FSJ, Au Pair, dan Ausbildung dari Indonesia. Dengan membayar sejumlah uang tertentu, kalian mungkin dimudahkan untuk mencari tahu, mengurus keperluan sampai berangkat ke Jerman. Aku pribadi lebih percaya kerja kerasku sendiri dan tak suka agen. Tapi keputusan ada di tangan kalian. Untuk info agen penyalur FSJ, kalian silakan cari sendiri di google :)

Semoga informasi tentang FSJ ini membantu kalian dan menjawab sebagian pertanyaan yang masuk.

Semoga tips ini memberikan informasi seputar Jerman. Jangan lupa like facebook fanpage Denkspa untuk mengetahui info harian seputar Jerman, terutama Hamburg (tempat aku tinggal sekarang). Klik di sini untuk like facebook fanpage Denkspa. Vielen Dank (Banyak terima kasih)

Liebe Grüße
Location: Hamburg, Germany

7 comments:

  1. Jujur aku penasaran banget Mbak. Anakku deh, anakku yang masih kecil nih ya.. informasinya bagus sekali, ini sangat penting untuk yang buta tentang Jerman dan pingin sekolah or kerja di sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak,,motivasi anaknya biar mau sekolah di Jerman kalau sudah besar nanti :)

      Delete
  2. Tag Giri.... Terima kasih banyak ya sudah menulis banyak informasi yang sangat bermanfaat sekali tentang Jerman dan kesempatan2 untuk seseorang maju dan berkembang. Ada 2 hal yang ingin saya tanya. Satu Tentang BFD, ada beberapa murid saya sudah berumur lebih dari 27 tahun, dan ingin menjajaki kesempatan lewat BFD. Kira2 ada info link untuk melamar dan bagaimana prosesnya. Yang kedua adalah tentang Ausbildung, ada murid juga berminat untuk ambil program AUsbildung jurusan IT atau semacam jurusan Teknik Komputer Jaringan. Ada info link nya? Kebanyakan yang saya dapat Ausbildung di bidang Hospitality (Hotel dan Restaurant) dan Medis/Klinik. Terima kasih banyak sebelumnya,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo, terima kasih untuk pertanyaannya,

      1. Info dan link untuk BFD sebagian besar sama dengan penyedia FSJ, setahu saya, kesempatan untuk menjadi BFD tak terlalu besar ketimbang FSJ, tapi bukannya tidak ada, untuk link AFS yang saya bagikan, ada program khusus BFD juga, coba dicari di sana, kalau nggak gitu, silakan email AFS, biasanya mereka punya solusi untuk masalah seperti ini.

      2. Iya, anda benar, memang kebanyakan ausbildung yang menerima ausländer adalah yg di bidang gastronomi atau hospitality,,,sampai sekarang pun, aku tak pernah punya kenalan yang mengambil ausbildung di bidang IT. Aku punya beberapa kenalan yang bekerja di bidang IT, tapi mereka dulunya bukan ausbildung, melainkan kuliah S1 jurusan computer science atau web developer, ini akan jadi PR buatku, kalau aku sudah dapat info tentang itu, pasti aku share...
      thanks ya

      Delete
  3. hmmm menarik juga nih, kisah cari kerja di jerman. kalo posisi IT di jerman, seperti programmer dll, gede kali ya gajinya.

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. dear kak girin :D

    Terima kasih sangat sampai dibuatkan post ttg pertanyaan saya yg sgt banyak itu :D
    saya sudah baca semuanya sampai saya ulang2 kalo ada yg kelewat...

    untuk skrg ini saya sedang siapin buat FSJ dan ausbildung-nya buat tahun depan, krn abis FSJ saya mau ausbildung juga :D jd cari2nya skrg ini
    sebenernya info ttg jerman sudah saya cari sejak masuk SMA kls 12, tp waktu itu saya masih fokus buat nyari beasiswa daad/erasmus
    saya baru tau kalo bisa lewat FSJ/ausbildung/aupair, saya jg ngumpulin info ttg aupair, tp lebih tertarik dng FSJ krn bidang kerjanya banyak dan terkesan baru buat saya...
    sekali lagi makasih ya kak, blog kakak membantu sekali :D

    ReplyDelete

Join Facebook

Followers

Google+ Followers