Monday, July 3, 2017

Demo akbar menjelang konferensi akbar G20 di Hamburg

Konferensi G20 adalah topik paling panas di Jerman belakangan ini, terutama di Hamburg, kota yang ditunjuk perdana mentri Merkel untuk menjadi tuan rumah di forum akbar tersebut. Kebetulan juga aku tinggal di Hamburg, sehingga aku bisa merasakan sensasi menegangkan dan mencekam menjelang konferensi G20.

Poster-poster ditempel dan disebarluaskan, radio, televisi, internet disemarakkan untuk mendorong orang-orang ikut berdemo. Ya, menjelang konferensi akbar G20 yang dilangsungkan di Hamburg tanggal 7-8 Juli nanti, Hamburg seperti bumi gonjang ganjing. Tempat-tempat disterilkan dari ancaman terorism, polisi dan aparat keamanan di setiap penjuru kota, ribuan manusia terjun untuk berdemo, jalanan dan akses kereta bawah tanah dan subway diblokir demi mencegah aksi-aksi yang tidak diinginkan.


Baca juga: Indonesia diundang dalam konferensi G20 di Hamburg, Jerman?

Mengapa orang-orang ini berdemo melawan G20? 

Seperti yang kita tahu, koferensi dan forum akbar G20 adalah forum yang melibatkan negara-negara yang mewakili hajat milyaran umat manusia di bumi ini. Diselenggarakannya konferensi ini diharapkan menemui titik terang yang akan memecahkan masalah-masalah krusial, seperti masalah ekonomi, perdagangan internasional, masalah kekeringan, kelaparan, penggundulan hutan, eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan, serta masalah kesehatan.

Orang-orang yang turun ke jalanan dan berdemo ini adalah mereka yang sangat melawan kebijakan kapitalisme oleh negara-negara adidaya seperti Amerika. Kapitalisme dianggap akan menguntungkan pihak-pihak tertentu, orang-orang kaya yang berkuasa, yang kaya bisa menguasai perekonomian dunia, sedangkan yang miskin tetap miskin, tetap jadi budak, tetap miskin.

Dikutip dari BlockG20-Colour The Red Zone:
"EU juga ikut-ikutan, ikut mendukung kaum kapitalisme! Donald Trump versus Angela Merkel, ditambah lagi Erdogan, Xi Jinping, Modi, Temer, tentu saja Putin juga ikut! Semua ini hanya omong kosong belaka! Semua ini hanya siasat para penguasa untuk deal-deal yang baru yang hanya menguntungkan mereka! Siapa dapat apa? Siapa menguntungkan siapa? Mari kita semua berjuang demi kesejahteraan bersama!"

Lalu Demo Grenzenlose Solidarität Statt G20:
"We will clearly express our rejection of this cold and cruel world of global capitalism, as it’s represented and organized by the G20. We will express our solidarity with all those who oppose the politics of the G20 through protests, strikes or uprisings worldwide. Our demand for a world of peace, global justice and borderless solidarity will be unmistakable"

Lihat saja di kedua slogan demo tersebut, kapitalisme menjadi objek yang ditentang mati-matian. Meskipun negara yang hadir dalam konferensi akbar G20 nanti bukan hanya negara adidaya dan penganut paham kapitalisme, namun titik terang yang mereka lihat adalah gembar-gembor kapitalisme yang akan jadi bahan diskusi utama, yakni permasalahan ekonomi oleh Amerika, yang menjadi agenda Trump dan sekutunya (meskipun agenda diskusi bukan hanya persoalan ekonomi semata). Karena itulah, konferensi G20 ini dilihat orang Jerman sebagai aksi manipulasi yang melibatkan negara-negara berkembang seperti Indonesia, India dan Meksiko, namun sebenarnya mereka (negara-negara besar) lagi-lagi menjalankan aksi kapitalismenya demi menguasai dan menjajah dunia. Selain kapitalisme, perbaikan iklim dan global warming juga menjadi salah satu tema demo.

Baca juga: Agenda Diskusi G20 tahun 2017 di Hamburg


Tercatat setidaknya 30 aksi demo yang akan dilakukan para warga Hamburg dan sekitarnya demi menentang G20. Demo-demo dilaksanakan menjelang dan saat konferesi akbar berlangsung dan melibatkan hingga 100.000 orang yang turun ke jalanan melaksanakan aksinya.

Lalu bagaimana dengan para orang penting yang menghadiri konferensi?

Para presiden perwakilan ke 19 negara dan perwakilan EU akan hadir di Hamburg. Ribuan aparat keamanan yang ada dan pemblokiran jalan merupakan bentuk perlindungan terhadap ke-sembilan belas orang penting serta ribuan pengikutnya yang akan datang ke Hamburg. Yang diuntungkan tentu saja lagi-lagi kaum kapitalisme, yakni pemilik hotel-hotel bintang lima yang dipenuhi oleh pejabat dan orang penting itu, tentu saja wartawan, reporter tak ketinggalan memadati Hamburg demi memburu berita tentang konferensi akbar tahunan tersebut. Orang biasa seperti aku, yang tak tahu menahu tentang politik, tentu saja jadi dirugikan, akses jalanan ditutup, mau kemana-mana sulit.


Jalanan dan tempat tinggal para pejabat penting 19 negara itu semuanya telah diblokir aksesnya agar tidak bisa diterobos oleh aksi terorism. Tak hanya disekitaran tempat itu, pengamanan lewat jalur laut, darat dan udara juga kian diperketat. Kabarnya, Trump tak akan menempuh jalur darat untuk pergi ke Messenhalle (gedung konferensi), dia minta naik helikopter supaya lebih aman terkendali. Padahal jalanan sudah ekstra diamankan untuknya. Ah, aya aya wae si Pak Trump mah. Kalau pun celaka, nggak lewat darat, nggak lewat udara, celaka ya celaka aja atuh.

Salam dari Hamburg

Sumber:  Hamburger Abendblatt, g20-demo.de, g20hamburg.org

4 comments:

  1. Dimana-mana demo, bikin pusing...

    ReplyDelete
  2. Iya nih bener kak Girin~~~setuju wae lah.

    Namanya celaka mah gak pandnag orang gak pandang tempat. Skenario Tuhan siapa yang tahu.

    Btw demo di Jerman sana sama Indonesia ada beda gak kak? Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama aja Zahra,,,ada yang radikal ada yang tertib,,,semua tergantung thema demonya

      Delete

Join Facebook

Followers

Google+ Followers