Saturday, July 29, 2017

10 Karakter Wanita Jerman


Tergelitik dengan pertanyaan Mbak Nella (pursuingmydreams) beberapa waktu yang lalu tentang karakter wanita Jerman, kali ini aku akan mencoba menulis tentang beberapa sifat atau karakter dari wanita Jerman yang paling menonjol.

Aku pribadi punya seorang teman, cewek Jerman, yang sudah pernah tinggal lama di Indonesia. Kepadaku, dia cerita bahwa dia pernah jatuh cinta dan menjalin hubungan cukup serius dengan pemuda asal Jember. Sayangnya, mereka harus putus karena LDR dan ketidakcocokan.

Baca kisah pertemuanku dengan temanku itu: Köln: Petir dan sempitnya dunia ini

Secara pribadi, aku memang suka meneliti perbedaan karakter dan sifat yang terbentuk dari faktor budaya atau bangsa. Meskipun sebisa mungkin aku tidak men-stereotip, karena masing-masing orang, entah dari mana pun asal, ras, agama, dan adat yang dibawa, mereka toh juga individu yang punya karakter unik dari diri mereka sendiri. Perbedaan-perbedaan unik itulah yang selalu menarikku untuk menulis dan membagikannya kepada kalian. Tentu saja tidak semua hal yang aku tulis di bawah ini seratus persen mutlak karena sekali lagi, semua orang (terutama wanita) adalah makhluk yang punya keindahannya dan keunikannya masing-masing, oleh karena itu mereka tak suka digeneralisasi.

Karena tak banyak wanita Jerman yang aku kenal dekat, aku pun beinisiatif bertanya kepada seseorang yang punya kedekatan secara lahir batin dengan wanita Jerman. Oleh karena itu, selain dari temanku tersebut, salah seorang sumber terpercaya, yakni teman sekelasku, pemuda asal Jawa Timur yang menikah dengan wanita Jerman, juga menuturkan beberapa ide dan dengan senang hati berbagi kisah pernikahan beda budaya itu. Berikut adalah opini yang kami himpun berdasarkan pengalaman pribadi. Sepuluh karekter wanita Jerman itu adalah:

1. SETARA/INGIN SETARA

Poin penting yang sangat menonjol dari wanita Jerman adalah kesetaraan. Di Jerman, kita akan dengan mudah menemui wanita yang bekerja sebagai tukang bangunan, masinis, supir bus, supir truk, bahkan komentator sepak bola. Di Indonesia, mungkin pekerjaan tertentu masih dikerjakan berdasarkan pengelompokkan gender, misalnya saat aku kerja di Gresik dulu, para wanita hanya boleh mengupas udang, sedangkan laki laki yang packing. Wajar saja karena pertimbangan fisik laki-laki yang lebih kuat. Di Jakarta dan kota metropol yang lain, sudah sering aku jumpai para wanita menjadi supir bus atau transjakarta, tapi tidak di sebagian besar wilayah Indonesia.

Di Jerman, isu feminisme dan emansipasi wanita sudah digencarkan puluhan tahun yang lalu. Wanita Jerman pun sudah familiar dengan hal itu. Mereka tidak mau dianggap lebih rendah dari lelaki. Di dalam rumah tangga pun, wanita Jerman tidak akan mau di suruh diam di rumah, melayani suami, masak, macak, manak seperti semboyan orang Jawa. Di dalam rumah tangga, meskipun suami bertugas mencari nafkah, dia juga punya kewajiban lain, misalnya membersihkan dapur, menata meja makan atau mengeringkan baju.

Dulu, saat Robert (Host Fatherku) pulang kerja, kelihatan letih, dia masih harus membersihkan dapur yang berantakan dan mainan anak-anak yang menumpuk, lalu membawa anak-anak ke tempat tidur, mendampingi mereka gosok gigi dan membacakan cerita sebelum tidur. Aku sering menawarkan bantuan membersihkan dapur, tapi dia bilang, "Ini sudah tugasku, kok. Biasa saja"

2. MANDIRI

Wanita Indonesia pun juga tak sedikit yang mandiri, banyak diantara mereka yang bahkan menjadi pejuang hebat untuk diri dan ibu pertiwi. Namun, tak sedikit juga wanita Indonesia yang lebih memilih pasrah dan tunduk pada suami. Sebagian dari mereka, terutama yang aku tahu dari budaya jawa, wanita akan suka kalau sejak pertemuan pertama sudah dielu-elukan dan dimanjakan. Kalau kalian berkenalan dengan wanita Jerman, jatuh hati padanya, lalu memperlakukannya seperti itu, mentraktirnya, menjadi supirnya, memujanya secara berlebihan, memanjakannya dan mau mati demi dirinya. Aku jamin, dia malah kabur!

Wanita Jerman memang suka hal-hal di atas, kalau dia juga sudah jatuh hati. Mereka pun toh juga wanita yang punya sisi kelembutan dan ingin dimanja. Temanku pernah bilang, "Aku suka banget sama pacarku itu, dia romantis. Orang Indonesia memang lebih romantis daripada orang Jerman. Baru 3 hari pacaran sudah bilang cinta, kalau pacaran sama orang Jerman, nunggu 3 tahun deh"

Baca juga: Jatuh cinta ala Jerman atau Indonesia??

Wanita Jerman adalah wanita yang mandiri. Kalau kalian terlalu melayaninya, mereka malah tidak suka. Dia ingin dianggap kuat dan tegar. Jadi berikaplah cool saat PDKT, jangan terlalu merangsek.

3. TEGAS

Salah satu ciri yang membedakan dari wanita Indonesia adalah, mereka tegas sejak awal menjalin hubungan. Misalnya, wanita Indonesia, sebagian besar kalau memulai hubungan akan berorientasi pada pernikahan atau kelanjutan yang serius. Berbeda dengan wanita Jerman. Banyak diantara mereka yang dengan tegas dan yakin seyakin yakinnya, bahwa di hidupnya, tak ada konsep pernikahan. Jadi kalau bertemu dengan laki-laki, dia akan mencari tipe yang juga tak suka menikah. Ada juga yang saat melihat lelaki tertentu, dia melihat macho pada dirinya dan hanya ingin hubungan sex semata, masalah jatuh cinta dan serius itu masalah belakangan, dan mereka akan tegas kepada lelaki itu, bahwa dia suka tapi dia tak ingin serius. Kalau jadi laki-laki Indonesia yang melankoli dan berharap pada keajaiban cinta, jangan berharap wanita Jerman seperti ini akan berubah mencintaimu, cari wanita Jerman yang tegas ingin mencintai dan dicintai, yang serius dan orientasi hubungannya sama denganmu. Wanita Jerman, seperti kebanyakan orang Jerman, yakni orang yang tegas, teguh dan punya prinsip. Tapi, yang namanya manusia, pasti ada titik di mana dia akan digerakkan hatinya oleh Tuhan menjadi orang yang bisa berubah (berusaha optimis)😋

4. Nggak Suka digombalin atau Digodain

Sebuah kesalahan fatal kalau kamu bersiul-siul menggoda cewek Jerman supaya mendekat dan tertarik padamu. Yang ada mereka malah ilfil!

Kata temanku, cewek Jerman bukanlah tipikal cewek yang suka digombalin. Mereka tak suka basa-basi cinta, kata-kata mutiara, apalagi puisi sang pujangga. Tunjukkan iktikat yang sewajarnya, tidak seronok, baik tapi tidak terlalu baik, jangan merayu dan melambungkan angan-angan terlalu berlebihan, mereka bakal tau kalau semua itu hanya omongan angin. Gunakan trik tarik ulur agar dia penasaran, jangan ditarik terus, nanti dia terkekang, kalau terlalu diulur, dianya ditarik yang lain. 😁

5. Nggak mau dijadikan objek cinta atau Seksual

Berkaitan dengan poin ke empat, seperti disiulin, di suit-suitin atau dijadikan objek goda-menggoda, tak akan menarik cewek Jerman. Mereka paling anti pati sama cowok yang hobinya menggoda wanita dan menjadikan mereka sebagai objek seksual. Namanya melecehkan dan merendahkan wanita. Ingat poin pertama, wanita Jerman suka dianggap setara, dia tidak suka berada satu tingkat dibawah pria!

6. Diskusi Dua Arah

Yang satu ini adalah ciri wanita Jerman di dalam sebuah hubungan. Entah itu pacaran atau sudah menikah. Wanita Jerman tak suka diatur dan cenderung tak ingin mengatur. Meskipun mereka lebih dominan dan suka mengatur urusan rumah tangga, tapi mereka tak akan memaksa apa yang tidak disukai pasangannya. Contohnya, kalau di Indonesia, kulihat ibuku sering meyakinkan ayah agar ikut kerja bakti di RW setempat, kalau nggak ikut, nanti dianggap sombong, sehingga ayahku pun meskipun capek pulang kerja, masih ikut membantu membersihkan kampung. Atau ibu suka ngatur keuangan dan menyelip-nyelipkan uang tabungan agar uang bisa bersirkulasi dengan lancar tanpa berdiskusi dengan ayah terlebih dahulu.

Di Jerman, perihal keuangan, pekerjaan, atau apapun WAJIB didiskusikan terlebih dahulu. Dalam kasus ibu dan ayahku, kalau ibuku wanita Jerman, dia akan mengerti kalau suaminya capek dan tak ingin kerja bakti. Wanita Jerman cenderung lebih membela suami, atau keluarga terdekat daripada memusingkan omongan orang. Masalah keuangan rumah tangga, tak ada aturan, suami kerja, yang ngatur perekonomian sang istri. Atau kalau dua-duanya kerja, yang ngatur suami. Semuanya terjadi berdasarkan kesepakatan dan hasil diskusi bersama. Jadi, diskusi dan transparan itu penting adanya.

7. NGGAK BAPER!!

Setuju tidak kalau aku bilang orang Indonesia, terutama wanita Indonesia suka baper dan berujung galau?
Wanita Jerman, seperti poin nomor 3, adalah pribadi yang tegas dan anti baper. Misalnya, lewat sebuah situs biro jodoh, sang wanita sudah menemukan sang pria pujaan hati. Setelah tidur bersama berhari-hari, nggak taunya si pria bilang bahwa dia hanya ingin cari partner sex saja, tak cari hubungan serius. Meskipun sang wanita ini sudah ditiduri dan terlanjur suka, dia tak akan segan menjauhi pria tersebut karena yang dicarinya adalah pria serius. Atau kalau sang wanita cintanya bertepuk sebelah tangan, mereka tak akan mendayu-dayu menangis berkepanjangan. Wanita Jerman seiring dengan kekuatan yang timbul karena keinginan setara tersebut, membentuk mereka menjadi pribadi yang gampang move on dan sangat tegar. Meskipun pada banyak kasus, kalau sudah tak kuat, karena tak punya Tuhan dan iman, mereka pada akhirnya stress dan lari ke psikiater.

Dalam sebuah kehidupan sosial di masyarakat pun, meskipun bergaul dengan teman laki-laki, mereka akan murni menganggap teman kalau tak ada chemistry yang terpantik dari pertemanan mereka. Tak ada istilah baper kalau sudah dekat banget. Lalu bagaimana kalau laki-lakinya yang baper? Atau ternyata salah satu dari keduanya baper?

Kalau dari sebuah hubungan pertemanan, ada salah satu diantara mereka yang jatuh cinta, tapi yang dicintai menolak, dia yang ditolak akan dengan tegas pada diri sendiri dan pada yang menolak bahwa untuk sementara waktu, sampai perasaan bapernya hilang, kita sebaiknya menjauh satu sama lain. Kalau aku dan perasaanku ini sudah siap berteman lagi denganmu (tanpa embel-embel jatuh cinta), aku akan kembali menghubungimu dan berteman lagi. Bisa loh seperti itu orang Jerman!

8. Tau Apa Yang Dia Mau

 Wanita Jerman tau apa yang dia mau. Seperti di Poin nomor 3, kalau wanita Jerman sudah maunya ini, dia akan sulit melunak. Temanku yang telah jatuh cinta pada pemuda Jember itu pernah bilang, "Sebenarnya aku sangat mencintainya, tapi aku tak mau kerja dan tinggal di Indonesia, sedangkan dia nggak bisa kerja di Eropa. Jadi lebih baik kita putus saja."

Bisa kita lihat, wanita Jerman memang cenderung keras dan kaku (memang sifat orang Jerman seperti itu). Urusan hati, kalau memang tak menemukan titik terang, memang lebih baik disudahi. Kalau wanita Indonesia, pasti sudah galau dan baper setengah mati.

9. Seperti orang Jerman pada umumnya

Wanita Jerman itu seperti apa? Ya seperti orang Jerman. Kalau ingin mendekati wanita Jerman, pahami budaya dan sifat orang-orangnya. Tak ada sifat yang jauh berbeda antara laki-laki dan wanita di Jerman, karena wanitanya ingin setara dan tak ingin dibedakan.

10. LOGIS

Kisah roman yang tak jadi picisan ini datang dari temanku. Istrinya (wanita Jerman), pernah cerita bahwa saat magang di Indonesia, ada salah seorang teman laki-laki (orang Indonesia), yang memboncengnya dengan sepeda motor. Saat hujan turun, si laki-laki tersebut mengeluarkan mantel dan menyerahkannya pada wanita yang diboncengnya itu. Wanita Jerman itu marah karena dia berpikir, dia kan yang dibonceng, kenapa dia yang pakai mantel, harusnya kan mantel dipakai oleh sang laki-laki yang membonceng. Sedangkan laki-laki Indonesia itu hanya berusaha melindungi sang wanita agar tidak basah kuyup dan rela berhujan-hujanan demi teman wanitanya. Akhirnya wanita Jerman itu memaksanya memakai mantel karena lebih logis, dia yang pakai mantelnya, karena dia yang bonceng.

Kalau wanita Indonesia, pasti sudah trenyuh dan terharu biru ada seorang pria yang rela berbasah-basah dan sakit demi dirinya. Di mata orang Jerman, yang ada adalah sebuah logika, bahwa di situasi seperti di atas, tak ada yang namanya wanita dan pria, dibonceng, dan membonceng. Logikanya, kalau si pria kemudian sakit karena membela wanita agar tidak basah, sangat tidak masuk akal. Toh, yang dibonceng tetap dapat pelindung dari pembonceng, sehingga keduanya bisa selamat. LOGIS.

Semoga informasi ini memberikan sedikit wawasan seputar Jerman, terutama orang-orangnya. Ingat, opini yang aku tulis di atas adalah opini pribadi yang mungkin berbeda dari sudut pandang dan pengalaman orang lain. Jadi jangan terlalu diambil hati, ambil hikmahnya saja 😉

Jangan lupa like facebook fanpage Denkspa untuk mengetahui info harian seputar Jerman, terutama Hamburg (tempat aku tinggal sekarang). Klik di sini untuk like facebook fanpage Denkspa. Vielen Dank (Banyak terima kasih)

Liebe Grüße
Location: Hamburg, Germany

5 comments:

  1. Haiii Girindra terima kasih yaa akhirnya dibikinin tulisannya juga :) . Soalnya klo aku riset sana sini ujungnya ga jadi posting haha. Aku akan reply lagi bbrp cowo yg pernah nanya karakter/sifat cewe Jerman.

    Oh ya aku kaget juga pernah nonton tv ada cewe jd pekerja bangunan, angkat2 yg berat harus bisa, trus tukang benerin rumah, nih cewe mengganti genteng yg rusak. Body nya kekar sih mirip cowo haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku dulu juga sempat kaget kok, mereka sampai segitunya banget loh,, bahkan komentator sepak bola bisa-bisanya cewek,,,kedengaran mendayu-dayu banget kalau lagi siaran :D

      Delete
  2. Dulu pernah ngobrol dengan cewek dari Jerman, tapi aku kurang paham hahahaha. Jadi selama diperjalanan nggak banyak ngobrol, saling diam sambil baca buku :-D

    ReplyDelete
  3. Hai, Teh Puspa, apa kabar?
    Dah lama, baru bisa mampir kembali.
    Btw, sepertinya ada perubahan dengan pakaian ini blog, betul, kan?
    hehe

    Keren nih karakternya, terutama gak suka di gombalin. Sepertinya berbeda banget sama perempuan di Indo ya, Teh, meskipun gak semua. Pasti ada. Sedikit tahu gambaran karakter perempuan Jerman nih.
    Selain itu aku suka mandiri, gak cuma laki-laki aja ya, perempuan juga harus.

    ReplyDelete
  4. Kagumm bangeet sama wanita jerman mbaak. . Semua ciri yg melekat menggambarkan bahwa wanita jerman begitu mandiri dan strong yaaa. .emansipasi bahkan sudah dari berpuluh-puluh tahun lalu ya di Jerman, gak heran kalau wanitanya tipe independent semua. Hehehe nice sharing mbaaak. .

    ReplyDelete

Join Facebook

Followers

Google+ Followers