Monday, June 12, 2017

KJRI di Hamburg

Informasi ini mungkin akan sangat berguna bagi kalian semua yang baru pindah ke kota Hamburg dan ingin lapor diri ke KJRI. Selain itu, di KJRI adalah tempat di mana kita bisa menambah teman dari Indonesia serta melestarikan budaya Indonesia di kancah internasional dengan mengikuti kegiatan-kegiatan kebudayaan yang diselenggarakan (seperti angklung, gamelan, tari, dsb) yang biasanya akan dipentaskan di kegiatan promosi Indonesia seperti Lange Nacht der Konsulat atau Pasar Hamburg, dsb. Di sana juga tempat untuk bersilaturahmi dengan warga Indonesia lainnya di Hamburg dan sekitarnya. Di KJRI, diadakan juga acara seperti dharma wanita, pengajian, diskusi politik dan budaya, yang bisa diikuti oleh siapapun. Saat Ramadhan, setiap hari jumat dan sabtu, akan ada acara buka bersama dengan puluhan hidangan khas nusantara. Acara buka bersama juga meliputi acara pengajian, sholat magrib sampai sholat tarawih. Jadi nggak cuma acar makan bersama saja. Meskipun demikian, banyak juga teman non-muslim yang ikut datang dan makan. Tentu saja tidak apa-apa.

Alamat KJRI di Hamburg:

Bebelalle 15
22299 Hamburg

Bagaimana cara ke sana?
Kalau kalian berada di central station (Hbf), tinggal naik U1 jurusan Norderstedt Mitte lalu turun di Lattenkamp. Begitu turun tangga, ambil exit ke kanan (ke arah jalan Bebelalle). Setelah ketemu jalan besar dan perempatan, kalian tinggal mengikuti jalan besar itu dan lurus ke arah berlawanan dari arah datangnya Ubahn (ke kiri). Jalan sekitar 4-6 menit, pasti ketemu rumah besar dengan bendera merah putih di depannya. Nah itu KJRI Indonesia.

Pagar di KJRI biasanya tertutup siang malam. Mobil pun tak diperbolehkan parkir di dalam pagar (sekalipun mobil karyawan KJRI). Di dalam pagar, hanya mobil diplomat yang boleh parkir. Tapi di sana ada bel. Security biasanya sudah melihat kedatangan kita lewat CCTV, lalu saat kita sudah memencet bel, kita baru dibukakan pintu pagar. Pintu pagar akan berbunyi selama beberapa detik, dan kita harus mendorongnya dari luar agar terbuka, baru kita bisa masuk.

Jam pelayanan bisa dilihat di pintu depan pagar. Silakan pencet tombol yang berwarna putih agar segera dibuka pintu pagarnya
Untuk masuk ke dalam gedung, kita tidak perlu memencet bel lagi, karena meskipun pintu terlihat tertutup rapat dan susah dibuka, sebenarnya kita sudah bisa masuk dengan mendorong pintu itu kuat-kuat (agak berat memang pintunya). Nah, barulah kita mengisi buku tamu dan bertanya kepada resepsionis di sana apa keperluan kita. Kalau mau lapor diri, memperpanjang paspor, atau legalisir ijazah, langsung masuk ke lorong sebelah kiri, di sana loket konsuler. Jangan lupa membawa dokumen yang disediakan serta uang (di KJRI juga bisa menerima pembayaran dengan kartu).

Untuk info kegiatan, kita bisa tanya atau mengecek langsung di website kjrihamburg.de tapi kegiatan di sana kadang berubah-ubah jadwalnya. Kemarin aku sempat foto kegiatan mingguan di KJRI yang mungkin bisa kalian ikuti juga.

Jadwal kegiatan di Aula KJRI tiap Minggunya

Untuk mengecek sendiri informasi seputar KJRI, silakan klik link kjrihamburg.de. Semoga info ini bermanfaat.

Liebe Grüße
Location: Hamburg, Jerman

3 comments:

  1. Gw kalo nemu embassy atau konsulat Indonesia di luar negeri malah selfie di depannya doang, wkwkwkwk

    ReplyDelete
  2. Hiks T_T pingin banget akutuh berada pada keadaan, dimana, "KJRI adalah rumah ketiga (?)" wkwkwkkww.

    Apayah, bakal kerasa banget kekeluargaannya dg sesama org Indonesia kalau sdh di luar negeri kan?

    Btw setuju sama bang Riza ^ wkwkwkkw aku pernah ke beberapa konsulat di Surabaya. Ngapain? Selfie di depan plakatnya wkwkwkwkw xDDD

    ReplyDelete
  3. Bagus blognya jadi banyak pengetahuan.

    ReplyDelete

Join Facebook

Followers

Google+ Followers