Wednesday, May 24, 2017

9 Jenis Kendaraan Umum di Jerman



Sebelum kita membahas kendaraan umum di Jerman (lagi), seperti biasa, aku akan sedikit mengulas tentang kendaraan umum di Indonesia. Karena aku tinggal di Batu-Malang, kendaraan umum yang paling hits adalah angkot, ojek, taxi pun jarang ada (dulu), kalaupun ada, itu pasti taxi dari Malang kota yang mengantar penumpangnya ke Batu, bis kota apa lagi, cuma dilewati doang ama Bus Puspa Indah. Tapi kalau kita membandingkan transportasi di kota kecil seperti Batu dan kota metropolitan seperti Surabaya atau Jakarta, pasti  Batu masih kalah. Meskipun, di Jakarta ataupun Surabaya, sarana transportasi juga nggak maju-maju amat. Paling ketambahan Transjakarta, Bis Kota (Damri), Kereta commuter. Masuk akal juga, karena di kota besar, penduduknya pasti jauh lebih banyak, dan kebutuhan akan infrastruktur juga makin ketat. Meskipun sarana transportasi serta infrastruktur di Jakarta kalau dibandingkan dengan ibukota negara tetangga (seperti Kuala Lumpur, Bangkok, dan Hanoi, Manila), masih jauh tertinggal.

Seperti di Indonesia yang punya beragam sarana transportasi mulai dari gojek sampai kereta api, di Jerman pun demikian. Bedanya, di Jerman nggak ada tukang ojek :D.

Nah, apa saja transportasi umum yang ada di Jerman? Berikut ulasannya:

1. Bis Kota



 Ulasan tentang Bus Kota, bisa dibaca di: Ada berapa jenis bus di Jerman?

2. Sepeda Milik Umum
 


Ulasan tentang sepeda yang bisa dipakai bersama-sama (umum), bisa dibaca di: Stadtrad Hamburg: Sepeda kota milik Umum di Jerman

3. Mobil Milik Umum (Car Sharing)

 Ulasan tentang mobil yang bisa dipakai oleh semua orang ini, bisa dibaca di: Mobil Milik Umum di Jerman

4. Kereta Api
Mulai dari kereta api bawah tanah, subway, kereta api antar kota, dan antar negara ada di Jerman. Ulasan tentang canggihnya per-kereta api-an di Jerman, bisa dibaca di: Kereta Api di Jerman

kereta api di Jerman
5. Kapal
Jenis transportasi kapal ini tidak ada di semua kota, melainkan di Hamburg dan (mungkin) beberapa kota yang banyak kawasan perairan serta pelabuhannya. Jenis kapal pun bervariasi, ada yang kita harus bayar untuk tour keliling kanal, sampai tidak bayar (alias sudah termasuk tiket bus dan kereta api).

kapal ini ada kapal tour keliling sungai alster, untuk naik, kita harus bayar 13 euro

Tapi kalau kapal-kapal ini adalah kapal umum yang untuk menaikinya kita tak harus membayar tiket ekstra (jika kita sudah punya tiket kendaraan umum harian). Kapal ini adalah kapal umum pengantar penumpang dalam kota. Jenis kapal seperti ini bisa kita temui juga di Amsterdam.
6. Taxi
Meskipun ada banyak sekali pilihan kendaraan umum yang harganya terjangkau, masih banyak orang yang naik taxi yang harganya cukup mahal. Yah, namanya rejeki, kan udah ada yang ngatur yak :D. Mungkin orang yang tergesa-gesa atau malas jalan kaki dari halte ke rumah, lebih memilih naik taxi.


7. Rickshaw


image credit: daily photo stream
Rickshaw adalah sejenis becak atau bajaj yang kalau musim panas sering beroperasi untuk membawa turis keliling kota. Dengan mengendarai Rickshaw ini, penumpang diajak berkeliling santai. Harga yang ditawarkan tergantung perusahaan Rickshaw itu sendiri, bisa sekitar 10-20 euro sekali keliling, atau perjam. Tuh kan, di Jerman juga ada loh becak :). Bedanya, becak jenis ini hanya beroperasi di musim panas, dan yang 'mancal' para pemuda-pemuda (mungkin juga pelajar yang kerja sampingan di musim panas) bukan orang-orang tua.

8. Pesawat Terbang

Pesawat terbang bisa nggak sih dikatakan kendaraan umum? Bisa dong ya, kan kendaraan ini membawa penumpang dari satu kota ke kota lainnya, sama aja kayak kereta api, bedanya hanya jalur darat dan udara.

Jerman punya perusahaan pesawat terbang terbaik di seluruh Eropa (air bus). Perusahaan ini bekerja sama dengan Prancis dan banyak memperkerjakan tenaga ahli dari mancanegara. Banyak juga orang Indonesia yang bekerja di sana. Kabarnya, Insinyur dan teknisi yang dulunya lulusan ITB yang di Indonesia nggak dihargai keahliannya, memilih untuk bekerja di Jerman. Pasalnya kerja di Airbus ini gajinya nggak main-main.

Luftansa, salah satu maskapai yang menggunakan pesawat airbus. Luftansa sendiri adalah perusahaan maskapai nomor satu di Jerman yang punya beberapa anak cabang.
 Menurut pengalaman pribadi, aku lebih suka naik perusahaan penerbangan Irlandia (Ryan Air), karena banyak tawaran yang murah banget, ketimbang Luftansa yang lebih exclusiv dan berkelas tapi mahal. Hhehhe, namanya juga nggak punya duit :D, kalau mau rekreasi ngirit, ya pilih yang murah-murah ajalah. XD

9. Cable Car 


Cable car atau kereta gantung seperti ini juga tidak ada di semua tempat. Di dataran rendah seperti Hamburg yang dekat pelabuhan contohnya, tidak akan ditemukan kereta gantung yang fungsinya membawa penumpang dari dataran rendah ke tinggi (begitupun sebaliknya). Di daerah pegunungan seperti di Allgäu (Bayern), Harz (Sachsen-Anhalt) masih bisa kita jumpai kereta gantung. Kereta ini biasanya membawa penumpang yang ingin bersepeda di gunung atau seluncur salju. Meskipun demikian, kereta gantung yang fungsinya untuk melihat-lihat pemandangan kota dari atas saja (seperti di Köln), juga bisa kita temukan, namun jenis gondola seperti di Köln itu adalah untuk wisata, bukan untuk sarana transportasi penumpang. 

Nah, semoga informasi tentang 9 jenis kendaraan umum yang ada di Jerman ini menambah wawasan kita tentang Jerman. Tentunya, seperti di Indonesia, banyak juga wilayah pedesaan di Jerman yang tidak dilintasi jalur kereta api bahkan tidak dijangkau bus. Yang tinggal di sana haruslah punya mobil pribadi.

Jangan lupa like facebook fanpage Denkspa untuk mengetahui info harian seputar Jerman, terutama Hamburg (tempat aku tinggal sekarang). Klik di sini untuk like facebook fanpage Denkspa. Vielen Dank (Banyak terima kasih)

Liebe Grüße



4 comments:

  1. Unik ya, bisnya terutama panjang gitu :)
    Sepertinya kalau aku di Jerman lebih sering gowes..hehe
    Mobilnya juga umum gitu ya, Mba. Kalau di indo ada yang umum gitu gimana ya?
    Kira-kira aman gak..he

    ReplyDelete
  2. mantap-mantap transportasi umumnya.
    bikin ngiler :D

    ReplyDelete
  3. Huaaa jadi pengen nyobain tour by boat nya. Kapalnya keren banget. Rickshaw nya juga cakep banget ya, dan enggak kepanasan. Rickshaw enaknya buat keliling wisata juga ya.

    ReplyDelete
  4. Hampir sama dengan Indonesia bedanya mungkin di kualitas. :D

    ReplyDelete

Join Facebook

Followers

Google+ Followers