Monday, March 6, 2017

Musik Rakyat di Jerman Vs di Indonesia: Schlager Vs Dangdut

Apa musik rakyatnya Indonesia? Apakah kalian setuju kalau dangdut jawabannya? Ataukah punya pendapat lain?. Musik rakyat atau folk music merupakan musik yang disepakati menjadi ciri khas yang diminati dan melegenda oleh masyarakat (rakyat) di sebuah negara tertentu.

Kita harus bangga sekali punya dangdut sebagai musik rakyat yang digemari semua kalangan. Meskipun banyak kalangan tertentu yang menganggap dangdut adalah musik untuk kalangan rakyat miskin, menengah ke bawah. Saya sangat tidak sepakat dengan hal itu.

Saat berada di kelas popular culture beberapa minggu lalu, aku sempat tanya kepada professor dan kawan Amerika yang telah lama tinggal di Malaysia. Apa musik rakyatnya Malaysia? Mereka sempat bingung dan setelah berpikir cukup lama, akhirnya mereka menjawab, mungkin pop, atau gambas. Malah sang Professor memojokkanku dengan bilang, "Jangan khawatir! Malaysia belum mencuri dangdut kalian kok!". :D

Musik dangdut, seperti yang kita ketahui, terpengaruh dari aliran musik India dan Arab. Tabuhan dan melodi yang mendayu-dayu serta cengkok-cengkok sang pelantun nada dangdut jelas terasa sekali bahwa musik rakyat kita hampir-hampir mirip alunan lagu boolywood. Soal dangdut, aku tak perlu menjelaskan lagi kepada para pembaca sekalian, pasti kalian lebih paham dari pada aku.

Yang ingin aku sampaikan pada artikel kali ini adalah musik rakyat di Jerman. Walah, Jerman punya dangdut juga toh? Tentu saja tidak. Yang namanya musik rakyat, tentu saja bukan semuanya berirama dan mempunyai melodi semacam lagu dangdut yang saat kita mendengarnya, bisa otomatis berjoget. Musik rakyat di Jerman lebih terkesan lagu-lagu pop yang easy listening, seperti lagunya ungu, padi, baginda, dan band-band mendayu-dayu itu loh!. Selain schlager, orang-orang Jerman juga sangat meminati jenis musik klassik. Jenis musik hip hop, techno, elektro, jazz, rock, metal, dll juga tak kalah banyak peminatnya.

Tema lagu dangdut dan schlager hampir sama yakni seputar percintaan, perselingkungan, sakit hati, rindu, mimpi-mimpi, bahagia, emosi yang meletup-letup, dan perasaan jiwa yang lain. Sehingga banyak anak muda Jerman sering bilang bahwa Schlager ini semacam tembang kenangan yang diperuntukkan untuk nenek-nenek saja. Meskipun demikian, masih banyak orang-orang Jerman yang menggemari musik schlager.

Selain kontroversi tentang penikmat kedua jenis musik ini, Musik dangdut dan schlager rupanya juga mempunyai kemiripan, yakni untuk menghibur hati para pendengarnya.

Dr. Julio Mendivil dari Institut Musik di Universitas Köln membenarkannya. Disertasinya menyoroti jenis musik ini. Ia memaparkan, "Dalam musik pop berbahasa Inggris, yang digambarkan masalah hidup, sedangkan dalam Schlager kesulitan hidup tidak boleh ditemakan. Schlager adalah obat penyembuh, supaya orang merasa lebih senang untuk hidup di dunia ini." (sumber: dw.com)

Kalau mendengar irama dangdut, getar hati pasti ingin menggerakkan tubuh agar bergoyang. Terkadang orang-orang Indonesia mencaci maki artis dangdut, meskipun mereka toh mendengarkan lagu-lagunya juga. Gimana nggak? Kan lagunya diputar di mana-mana?.

Begitu pula di Jerman, meskipun banyak orang yang bilang, lagu kuno, kampungan, lagunya, nenek-nenek, toh mereka juga tak bisa memungkiri bahwa artis Schlager sangat populer dan pada akhirnya mereka mendengarkan musik itu juga. Kalau kalian penasaran bagaimana lantunan musik Schlager masa kini berikut penyanyi Schlager yang paling fenomenal (Helene Fischer), kalian tonton di you tube: Atem Los.

Nah, semoga pengetahuan tentang kedua jenis musik rakyat dari Jerman dan Indonesia ini bisa menambah pengetahuan.

Baca juga artikel menarik tentang berjabat tangan di Jerman

Sampai jumpa di artikel menarik berikutnya....

Viele Grüße
Location: Malang, Malang City, East Java, Indonesia

6 comments:

  1. Lagu Dangdut jadi semangat Rakyat Indonesia, Identitas Bangsa .....
    Lagu Dangdut Harus jadi Raja di Negerinya !!!

    ReplyDelete
  2. Kak Gir, aku uda dengerin lagunya. Apaan lebih keren dangdut laahh sesedih apapun ttep bikin jempol goyang sambil merem-merem.

    Aku dengerin atem Laos kayak edm biasa aja. Bedaaa banget sama damgdut yang kudu banget ada suara gendang sama serulingnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya,,,betul sekaliii kata kamu,,,lagunya Jerman ya kayak pop gitu,,,ga ada goyangannya apa lagi cengkok

      Delete
  3. DAngdut is the music is my country hehehe...
    Kalo Mbak Girindra sendiri, musik Jerman suka nggak mbak?

    ReplyDelete

Join Facebook

Followers

Google+ Followers