Thursday, March 9, 2017

Mengapa kulit gelap lebih digemari di Jerman? : Konsepsi cantik menurut orang Jerman

Kita pasti setuju dengan anggapan: Cantik itu relatif. Konsep cantik itu sangat berbeda dari satu orang dengan orang yang lainnya. Aku bisa bilang bahwa orang yang berkulit putih, berambut lurus, berhidung mancung itu cantik, namun temanku bilang bahwa menurutnya, orang cantik adalah yang berambut keriting, kulit sawo matang, manis, bergigi gingsul, dan lain sebagainya. Jadi konsep cantik itu amat sangat subjektif.

Meskipun demikian, kita pasti setuju bahwa konsep cantik itu menular tergantung lingkungan dan pola pikir yang sudah terpengaruh budaya yang mengakar. Aku yang sejak kecil tinggal di Indonesia, melihat tayangan televisi di Indonesia, bergaul dengan orang Indonesia, punya konsep cantik yang sama dengan kebanyakan orang Indonesia, yakni cewek dengan kulit putih, mancung, rambut lurus, chubby imut pipi tembem, kalau bisa senyumnya menawan dengan gigi rapi, pokoknya semacam orang Cina, Jepang, Korea tapi agak chubby gitu deh.

Saat pertama kali datang di München, host motherku (Nadja) yang cantik jelita mirip Jennifer Anniston itu selalu bilang padaku, "Kapan sih aku bisa punya kulit kayak kamu? Perasaan musim panas lalu aku sudah menjemur diri terus-terusan, tapi tetap saja kamu lebih gelap, duuuh kalau dekat kamu rasanya gak ingin makan, adik aku juga bilang saat liat kamu, langsung pengen diet selamanya. Kapan kita bisa sekurus kamu ini!"

Aku pikir, orang-orang ini kurang waras atau gimana ya. Aku ini setengah mati ingin putih dan agak gendutan. Tapi mereka malah pengen gelap dan kurus tirus. Pernah satu kali saat adik Nadja (Jasmin) datang, aku bermaksud memujinya dengan bilang, "Eh Jasmin, aku pengen banget bisa putih dan agak gendutan kayak kamu!" . Dia tidak bilang apa-apa saat itu, tapi 8 bulan setelahnya dia cerita padaku, "Indra, kamu ingat apa yang kamu katakan padaku saat kita pertama kali ketemu? Kamu bilang kamu ingin gendut seperti diriku. Pulang dari rumah Nadja aku nangis semalaman sampai nggak bisa tidur dan makan saking sedihnya dibilang putih dan gendut."

Jasmin menurutku tidak gendut, kalau dibayangkan, dia mirip sekali Bernadette di Big Bang Theory. Amat sangat mirip, cantik, nggak begitu tinggi, rambutnya pirang, senyumnya, gayanya, persis sekali. Ternyata aku yang ingin memuji malah jadi bikin tersinggung, sejak itu aku selalu hati-hati kalau berkomentar tentang kurus gendut.

Orang Jerman, sama seperti orang di seluruh dunia pada umumnya. Mereka juga punya konsep cantik yang relatif. Kita mati-matian ingin kulit yang lebih terang, mereka mati-matian ingin mencoklatkan kulitnya. Kalau tidak percaya, salon perawatan wajah seperti gambar di bawah ini bisa kalian temui di mana saja di Jerman:

Arti: Coklat Yang Sempurna dengan Semprotan Pencoklat 100% UV-Filter

Bukan hanya salon untuk penggelap kulit, studio matahari buatan juga nggak kalah populer dan banyak terdapat di Jerman:
Visit: Stadtwerke-Kapfenberg untuk info tentang berjemur di studio matahari buatan. Di sini orang-orang akan berjemur layaknya di pantai, pakai bikini, agar kulit mereka bisa terkena sinar matahari (buatan) dengan rata, dan coklatnya rata

Saking pengennya jadi lebih gelap, mereka juga menggunakan krim pencoklat kulit. Nadja pernah bilang padaku kalau dia selalu beli krim pencoklat wajah agar wajahnya terlihat agak coklat. Aku punya seorang teman Jerman yang selalu saja menolak kuajak foto denganku, dia bilang seperti ini, "Pokoknya kalau foto berdua saja aku nggak mau! Aku kelihatan gendut dan putih seperti babi, sedangkan kamu kurus dan eksotis seperti model, mukamu itu juga kecil banget, kalau kita selfie aku jadi terlihat mengerikan disamping kamu!". Idiiih apa-apaan sih, aku sempat marah karena aku pikir dia kan temanku, harusnya kita have fun foto-foto bareng buat dijadikan kenang-kenangan.

Lalu, mengapa kulit gelap lebih disukai dan populer di Jerman? Dari banyak sumber dan penelitian yang kulakukan, aku berkesimpulan satu hal: Semua ini lagi-lagi karena pencitraan. Loh kok?

Ratusan tahun yang lalu, kulit putih dan bersih lebih populer dan disukai di daratan Eropa atau di dalam budaya orang barat. Karena orang yang berkulit putih, diasumsikan sebagai orang yang bekerja di dalam ruangan (White Collar Workers), kerja kantoran, elegan, punya banyak uang, kaya, rupawan. Sedangkan orang berkulit gelap identik dengan buruh, pekerja kasar dan serabutan, yang kerjanya di bawah terik matahari, di luar gedung, miskin, serta berpenghasilan rendah.

Seiring dengan perkembangan jaman dan berbagai perubahan di dunia kerja serta pendapatan yang setara antara pekerja kantoran dengan pekerja lapangan, asumsi kulit putih dan kulit gelap itu jadi terbalik.

Sekarang, mengapa kulit gelap lebih disukai? Karena orang yang punya kulit lebih gelap diasumsikan sebagai orang yang berpenghasilan lebih sehingga bisa berlibur, menjemur diri di pantai, bisa mendapatkan asupan sinar matahari yang cukup, lebih sehat karena punya pigmen kulit yang lebih dan tidak rentan terkena kanker kulit. Sedangkan orang yang kulitnya putih terlalu berkutat dengan kerja, kurang bahagia, berpenghasilan kurang sehingga tidak bisa atau malas berlibur, rentan terkena kanker kulit, dsb. Kanker kulit adalah momok bagi para bule. Tiga dari 5 orang Jerman yang kukenal pernah melakukan operasi tumor yang dicurigai sebagai kanker kulit para tahi lalat mereka.

Jadi pencitraan di masyarakat kalau kulit orang Jerman bertambah satu tingkat lebih gelap adalah mereka pulang dari liburan, bersenang-senang, menikmati hidup, keren bisa pergi ke tempat yang punya sinar matahari, meskipun ternyata mereka perginya ke sonnenstudio. :D

Meskipun demikian, orang Jerman tidak serta merta memilih pasangan berdasarkan warna kulitnya. Memang banyak sekali orang Jerman yang suka sama orang negro berkulit hitam legam, atau orang Asia yang kulitnya coklat eksotis, tapi banyak yang suka orang berkulit kuning langsat seperti Cina, atau putih pucat seperti kulit mereka sendiri. Orang Jerman sama seperti semua orang, memilih pasangan berdasarkan karakter dan kecantikan hati, juga kecocokan dan kesesuaian dengan diri mereka sendiri, serta banyak pertimbangan lain-lain. Secantik, segelap apapun kulit kita, kalau ternyata dirasa tidak sesuai, kurang menarik, nggak nyambung kalau diajak ngobrol? Ya nggak jadi cantik menurut mereka.

Jadi, bagi kalian yang mengalami nasib sama seperti aku di Indonesia: dibully karena item, jangan minder, bersuka cita saja, karena di Eropa, kulit gelap dan muka tirus sangat digemari. Bahkan kalau melihat berita di TV dan cerita dari berbagai sumber, banyak sekali remaja-remaja di Jerman yang sampai masuk rumah sakit karena diet ketat. Mereka juga memakai bedak pencoklat wajah yang tebal sehingga mukanya terlihat coklat, tapi badannnya masih terlihat putih. Hal ini juga tidak bisa terlepas dari pengaruh mode, iklan, dan TV yang (di Jerman) menyuguhkan model-model berkulit gelap serta kurusnya sampai tinggal tulang kulit, dada rata, dsb. Mulai sekarang, cintai diri sendiri saja. Pasti suatu saat ada yang mencintai kalian bukan dari penampakan luarnya, tapi aura yang terpancar dari kecantikan hati.

Baca juga:
8 tanda cowok Jerman tertarik padamu!
9 Ciri Cowok Jerman Yang Serius Menjalin Hubungan

Like juga facebook fanpage Denkspa kalau ingin mengetahui melihat informasi, foto dan video yang aku update seputar Jerman. Tinggal scroll down atau klik Denkspa. Terima kasih :)

Viele Grüße

12 comments:

  1. Oh, wow jadi sampe ada studio buatan khusus but jemuran kulit ya#eh,salah ngegelapin kulit gitu. Pasti muahal ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. dihitung per jam itu...kalau nggak salah 8 euro gitu perjam...

      Delete
  2. mengapa kulit gelap lebih disukai dan populer di Jerman? Dari banyak sumber dan penelitian yang kulakukan, aku berkesimpulan satu hal: Semua ini lagi-lagi karena pencitraan. Loh kok?

    Nah mulai sini saya tertarik membaca artikel tulisan ini..
    siip dapat ilmu baru..

    ReplyDelete
  3. Berbanding terbalik dengan Indonesia ya. Rata-rata mendambakan kulit putih hahahhah

    ReplyDelete
  4. Rumput tetangga memang lebih hijau ya.. Sebagai manusia selalu saja minta yang lebih.

    ReplyDelete
  5. Hihihi, bener2 beda sama selera kita ya. KAlo di sini yg putih kayak artis korea, di sana yg item2. Memang selera beda2 ya Mbak. Tapi baca 2 paragraf awal bikin ngikik lho hihihi

    ReplyDelete
  6. Nah iya bener kak, temenku orang Spanyol jg blg ke aku gini "Menurut orang Eropa kamu itu cantik." Aku langsung tersipu malu kan karena abis dipuji, tp ya itu tadi standar kecantikan itu jg terlanjur melekat dimasyarakat.

    ReplyDelete

Join Facebook

Followers

Google+ Followers