Friday, March 24, 2017

Kerja Ke Jerman?

foto diambil di: Poogez, Schleswig Holstein, Jerman

Sejak tahun 2014, pemerintah Jerman mencanangkan pendidikan gratis hingga jenjang S3 kepada semua orang yang ingin belajar di Jerman. Tak hanya untuk orang Jerman, tapi juga untuk warga pendatang. Dari sini, kita pasti berpikir, wah dermawan sekali ya pemerintah Jerman.

Eittts, tunggu dulu. Orang Jerman bukanlah tipikal orang yang rela memberi tak harap kembali seperti slogan guru: pahlawan tanpa tanda jasa! Sebaliknya, mereka selalu merinci dan sangat teliti untuk mengeluarkan sepeser uang dan tak akan dikeluarkan kalau dirasa tidak penting dan tak ada imbalannya di kemudian hari. Terkesan pelit memang, tapi sebenarnya tidak, mereka hanya lebih teliti terutama dalam masalah keuangan.

Seperti orang Jerman, pemerintahan Jerman pun seperti itu. Memang benar Jerman adalah negara kaya dan sangat atraktif bagi warga asing untuk bekerja di sini. Sampai saat ini, Jerman banyak sekali, aku ulangi! BANYAK SEKALI membutuhkah tenaga kerja manusia, sehingga mereka banyak merekrut pekerja dari luar negeri juga. Kesempatan bersekolah gratis untuk para warga asing di Jerman juga salah satu alternatif pemerintah Jerman dalam mencari tenaga kerja. Siapa tahu dari banyak warga asing yang memilih menempuh pendidikan gratis di Jerman, setelah lulus ingin bekerja dan menjadi tenaga ahli di Jerman (tidak kembali ke negaranya).

Kenalanku dari Hungaria contohnya, dia sudah 11 tahun bekerja sebagai dokter umum di sebuah RS di Jerman. Yang bekerja sebagai Konsultan IT juga menyebutkan bahwa 1 dari 5 pekerja di kantornya adalah orang asing (meskipun perusahaan tempat dia bekerja bukan perusahaan multinasional). Selain di bidang ahli seperti dokter, perawat, assisten penyandang cacat dan orang tua, ahli terapi kesehatan, logopedie, ergotherapi, computer, programmer, web developer, Jerman juga menawarkan berbagai kesempatan kerja seperti kerja sebagai tukang bangunan, ahli listrik, pekerja sanitasi, serabutan, dan lain sebagainya.


Beberapa hari yang lalu, ada yang bertanya padaku, bagaimana ya bisa bekerja di Jerman? Kelihatannya di Jerman membutuhkan banyak lowongan kerja, tapi kok susah ya diterima kerja di sana? Aku ingin kerja di Jerman, tapi bagaimana caranya.

Untuk warga negara Eropa (EU-countries), memang tak susah mencari, melamar dan bekerja di Jerman karena mereka tak membutuhkan Visa pekerja. Yang susah itu dari warga asing seperti Indonesia ini, sudah jauh dari Eropa, biaya ke sana mahal, cari info susah, dan kendala-kendala lain.

Susah bukan berarti tidak mungkin. Buktinya banyak pekerja dari Indonesia yang bekerja sebagai tekhniker (teknik) di perusahaan penerbangan raksasa (Air Bus), temanku bekerja di salah satu perusahaan anak cabang BMW sebagai progammer, ada juga yang direkrut bekerja jadi masinis dan kondektur di DB Bahn. Itu tandanya, bekerja di Jerman, bukan hal yang tidak mungkin.

Banyak sekali cara yang bisa ditempuh. Untuk yang masih muda, lulusan SMA, misalnya mencoba peruntungan menjadi Au Pair.

Ada juga yang berkomentar, wah umur sudah lewat 26, tak ada kesempatan lagi menjadi Au Pair. Mereka mencoba peruntungan menjadi sukarelawan dulu atau FSJ.

Untuk FSJ memang ada batasan umur yakni 27 tahun, tapi untuk BFD, batasan umurnya hingga 99 tahun.

Dengan menjadi Au Pair atau FSJ, kita tidak perlu belajar Bahasa Jerman sampai tingkat B1, cukup belajar level A1 saja. Memang menjadi Au Pair terbilang susah karena harus terpaksa tinggal serumah dengan orang asing dan jadi babysitter, kesempatan untuk para pria pun terbilang lebih kecil. Tapi, jadi Au Pair adalah cara termudah dan termurah ke Jerman karena sebagai calon Au Pair, kita bisa nego dengan host family untuk biaya sebelum keberangkatan (seperti aku dulu yang dibayarkan tiket pesawatnya). Kalau FSJ, semua biaya sebelum keberangkatan harus ditanggung sendiri.

Ada lagi yang berkomentar, saya ingin langsung kerja saja. Coba dengan cara Ausbildung. Apa itu Ausbildung?

Baca: Ingin ke Jerman? Kenapa Tak Coba Ausbildung?

Terakhir, ada lagi yang berkomentar, malas ah Ausbildung gajinya masih sedikit dan saya malas untuk belajar sambil kerja seperti itu. Capek, saya ingin langsung terjun ke dunia kerja saja.

Bisa! Asalkan anda bisa berbahasa Jerman level minimal C1 atau paling tidak sudah tinggal di Jerman selama 5 tahun. Belajar Bahasa Jerman memang bisa dilakukan dari Indonesia, tapi menurut saya kurang efektif karena di lingkungan luar, kita masih bicara bahasa Indonesia lagi dan lagi. Selain itu, kalau anda masih belum terampil bekerja dan berbahasa Jerman dengan baik, perusahaan Jerman akan sulit menerima anda.

Saya ingin bekerja di Jerman dengan Bahasa Inggris saja, bisa? Wah nih orang bawel ih :P, Bisa kok. Asalkan anda benar-benar brilliant, jenius, dibutuhkan sangat mendesak oleh perusahaan dan perusahaan tersebut memohon pihak kedubes untuk memberikan Visa anda demi memperkerjakan anda di Jerman, seperti Pak Habibi dan beberapa insinyur dari Indonesia yang bekerja di Air Bus (meskipun mereka juga bisa bahasa Jerman).

Intinya, bekerja di Jerman itu memang bukan hal yang mustahil, tapi tidak diperuntukkan bagi orang yang malas dan mau enaknya saja. Semua butuh proses, kerja keras, dan ketekunan. Hidup di Jerman itu jauh dari kehidupan malas dan santai. Semua serba berlari dan cepat, kalau anda tidak bisa, anda akan tersingkir, tergerus dan terbuang (mungkin yang tinggal di Jakarta atau kota besar lainnya bisa merasakan hal ini). Tapi kalau sudah merasakan betapa enaknya fasilitas pemerintah untuk buruh dan pekerja, jaminan, tunjangan, liburan dan kehidupan yang memadai, banyak yang tak ingin pulang juga.

Semua tergantung keputusan dan kebijakan masing-masing individu. Semoga sharing kita kali ini bermanfaat bagi pembaca.

Viele Grüße

4 comments:

  1. sulit juga ya mbak agaknya kalo kerja disana...rekan kerja saya sama-sama perawat sekarang kerja disana. Namun sebelumnya harus kuliah lagi untuk bisa menjadi perawat disana. Pendidikan S1 keperawatannya di Indonesia tidak diakui

    ReplyDelete
  2. Yang penting persiapkan bahasa Jerman dan skill lainnya dulu ya, Mba. Misalnya punya skill jadi guru TK, atau perawat.

    ReplyDelete
  3. Wow. Jerman keren ya,cr tenaga ahli gag pandang warna kulit yg penting ok. Infonya lengkap banget, saya yakin bermanfaat buat temen temen yg mau cr kerja di Jerman

    ReplyDelete
  4. Apa ada loker untuk pertanian/ perkebunan di sana ya sob

    ReplyDelete

Join Facebook

Followers

Google+ Followers