Tuesday, March 21, 2017

Apa itu Ausbildung di Jerman?


Salah satu teman penerima beasiswa LPDP mengutarakan keluhannya padaku, "Waktu di Indonesia dulu, aku tak tahu menahu bagaimana cara ke luar negeri, terutama ke Jerman. Yang aku tahu, kalau orang ke luar negeri kerja itu ya jadi TKI ke Arab, Hongkong, Malaysia, kalau ke Eropa, Amerika dan Australia itu ya lewat jalur beasiswa."

Sayang sekali informasi tentang cara-cara ke luar negeri tanpa beasiswa masih sangat minim dan kurang sosialisasi di Indonesia, sehingga banyak orang yang ingin ke Eropa, berpikir satu arah. Bukankah banyak jalan menuju Jerman, eh Roma?😉

Baca juga: Kuliah di Jerman tanpa beasiswa dan tanpa uang jaminan 8000 euro

Tinggal di Jerman selama 3 tahun ini, membuatku berpikir satu hal: Ternyata, kesempatan untuk ke Jerman tidak se-mustahil yang aku bayangkan dulu.

Aku memulai ke Jerman dengan menjadi Au Pair, di tahun ke dua, kucoba peruntungan dengan menjadi FSJ, lalu aku berkesempatan kuliah di Jerman setelah tahu trik-trik kuliah di Jerman dengan mudah dan murah.

Background senasip sepenanggungan dengan menjadi Au Pair lalu FSJ, membuatku bertemu banyak orang dan berkesempatan menjadi telinga mereka saat berkeluh kesah, curhat, berbagi pengalaman tentang dunia kerja di Jerman, dan sebagainya. Banyak diantara mereka yang sulit masuk kuliah akhirnya memilih untuk Ausbildung.

Nah, kalian pasti sudah penasaran apa itu Ausbildung.

Apa itu Ausbildung?

Ausbildung adalah sebuah program pelatihan keterampilan sekolah sambil bekerja di Jerman. Ausbildung berbeda dari Vocational High School atau SMK di Indonesia, karena untuk mendaftar Ausbildung, seseorang harus menempuh pendidikan setara SMA dulu, sedangkan SMK, hanya wajib lulus SMP. Ausbildung bisa diartikan lebih tepatnya, pendidikan diploma D3 setara pendidikan di politeknik, di mana mahasiswa dilatih bekerja, diberi ilmu tentang pekerjaan tersebut, dan enaknya lagi, mereka diberi banyak tunjangan, serta dapat gaji seperti karyawan tiap bulan.

Ausbildung terdiri dari dua kategori:

a. Duale Ausbildung
Yakni lebih kepada berufliche Ausbildung, dari kata 'beruf' berarti pekerjaan. Ausbildung ini adalah jenis di mana praktek kerja lebih diutamakan ketimbang kegiatan belajar mengajar di sekolah. Seseorang yang menempuh pendidikan duale Ausbildung, akan wajib masuk sekolah 1-2 hari per minggu, lalu 2-4 hari kerja. Atau bisa juga satu bulan full sekolah, lalu 3 bulan berikutnya kerja. Dari sana kita bisa lihat, bahwa duale Ausbildung lebih mengutamakan pelatihan di tempat kerja (praktek) ketimbang teori.

Keuntungan mendaftar duale Ausbildung adalah para pelajar tersebut dibayar oleh perusahaan tempat mereka praktek/magang.

Lamanya duale Ausbildung berkisar 2-3,5 tahun dan selama itu pula kalian mendapat gaji bulanan.

Pekerjaan yang ditawarkan untuk program ini banyak sekali, dari lebih dari 350 jenis pekerjaan, aku sebutkan diantaranya: perhotelan, restoran, bartender, teknik, masinis, perbankan, marketing, design grafik, perhutanan, arsitektur, teknik industri dan mesin, perkebunan dan banyak lagi.

Untuk melihat sendiri jenis pekerjaan apa yang bisa kalian pilih, silahkan buka website dinas ketenagakerjaan di Jerman jobbörse (dalam bahasa Jerman).

b. Schulische Ausbildung
Kebalikan dari duale Ausbildung, dari kata 'Schule' yang berarti sekolah, jenis Ausbildung ini lebih memberikan konsep teori dibanding praktek kerja. Salah seorang yang magang di tempat kerjaku mengambil Ausbildung jenis ini. Dari satu minggu, dia hanya bekerja satu hari saja, sisanya sekolah.

Schulische Ausbildung kebanyakan tidak mendapat gaji. Mereka malah harus membayar uang sekolah. Namun ada pengecualian bagi yang bekerja sebagai perawat, asisten dokter, ahli terapi dan perawat di panti jompo yang juga digaji seperti program duale Ausbildung. (sumber: make it in Germany).

Selain tak harus membayar sendiri, untuk menempuh Ausbildung jenis ini, kita juga wajib punya uang jaminan 8000 euro di rekening bank. Hal ini terjadi pada salah satu teman yang bekerja sebagai perawat di panti jompo. Meskipun pada akhirnya dia digaji, tapi untuk mengabulkan Visanya, pihak kantor imigrasi mengharuskan dia punya tabungan minimal 4000 euro di Bank untuk jangka waktu 6 bulan ke depan, sebenarnya dia harus deposit 8000 euro, tapi karena dia daftar di Jerman (lebih mudah dan cepat), dia bisa nego dengan pihak pengurusan Visa. Kasus lain juga terjadi pada temanku yang menempuh ausbildung sebagai asisten dokter gigi, dia juga harus punya uang tabungan 8000 euro. Untungnya host family tempat dia bekerja sebelumnya mau menjadi penjamin.

Lamanya schulische Ausbildung adalah satu hingga tiga tahun.

Siapa yang bisa daftar Ausbildung?


Banyak asumsi bahwa program Ausbildung ini hanya untuk orang Jerman saja. Ini salah besar. Banyak orang asing yang juga menjadi Azubi (sebutan untuk orang yang menempuh Ausbildung) di Jerman. Jadi, siapa saja bisa daftar. Bahkan 4 dari 5 kenalan yang aku temui di Jerman, dari Indonesia, dulunya Au Pair, sekarang semuanya jadi Azubi.

Kapan kita bisa mendaftar?


Kabar baiknya, Ausbildung tidak ada batasan umur. Tetanggaku (orang Jerman) yang umurnya 47 tahun, baru mendaftar Ausbildung tahun lalu. Kalian bisa mendaftar program Ausbildung dengan melamar langsung di perusahaan atau instansi terkait, lalu jika dinas ketenagakerjaan Jerman mengabulkan, mereka akan mengirimkan kontrak kerjanya untuk mengurus Visa.
Ausbildung biasanya dimulai bulan September, yang berarti, jauh-jauh hari sebelum itu, kalian harus rajin mencari tahu dan melamar ke sana sini. 

Di mana atau dari mana?


Kalau daftarnya dari Jerman, jauh lebih mudah untuk datang dan interview. Meskipun demikian, ada juga yang datang dan interview video call dari Indonesia, surat menyurat, kontrak kerja dikirim dari Jerman, dan mereka mengurus Visa dari Indonesia, serta berhasil sampai di Jerman.


Mengapa Ausbildung?

Mengapa tidak? Sebagai Azubi, kita akan mendapat fasilitas sebagai berikut:

a. Gaji bulanan. Pihak perusahaan akan menggaji Azubi sesuai dengan standart Jerman dan gaji ini akan naik tiap tahunnya. Misalnya, gaji kotor di tahun pertama 900 euro, nanti di tahun kedua akan naik jadi 1100, di tahun ketiga 1300. Gaji kotor ini belum termasuk potongan pajak penghasilan,
Baca juga: 6 Tingkatan Pajak Penghasilan di Jerman

b. Gaji 13. Azubi juga mendapatkan bonus dan gaji ke tiga belas, biasanya diberikan sebelum natal dan libur besar tiba. Tapi ini juga tergantung perusahaan tempat bekerja, ada yang memebri ada yang tidak,

c. Asuransi kesehatan yang tiap bulannya terpotong secara otomatis dari gaji kotor,

d. Masalah Akomodasi? Sayangnya azubi harus mencari Akomodasi dan membayar sendiri, tapi dengan gaji yang lumayan, mereka bisa tinggal dan menyewa apartemen di kota besar sekalipun tanpa kesulitan. Untuk menyewa sebuah apartemen di Jerman, kita juga harus menunjukkan bukti kemampuan membayar dengan slip gaji,

e. Pengalaman berharga, yakni bekerja di lingkungan orang Jerman dengan etos kerja Jerman yang disiplin dan handal serta profesional,

f. Belajar mandiri,

g. Menambah teman, terutama orang asing, karena kita bekerja di Jerman dan bersekolah di lingkungan Jerman juga,

h. Kesempatan direkrut oleh perusahaan terkait. Kalau selama menjadi Azubi, kinerja kita baik dan memuaskan, kita bisa direkrut kerja di perusahaan termpat kita Ausbildung,

i. Sertifikat Ausbildung internasional yang bisa dipakai melamar di seluruh penjuru dunia,

j. Bisa melanjutkan kuliah setelah selesai program Ausbildung,

k. Belajar Bahasa Jerman dan bahasa asing lainnya,

l. Bisa mencari penghasilan tambahan (neben job). Kalau kalian masih sanggup bekerja, kalian bisa seperti teman aku yang menempuh ausbildung, tapi bekerja sambilan di yayasan lain. Dia tak harus membayar kelas pajak tertinggi, karena dia bekerja satu full time, dan satu part time. Kalau kita bekerja di dua tempat full time, atau dua tempat part time, baru harus membayar pajak dengan kelas tertinggi,

Baca juga: 7 Hal Seputar Pajak Di Jerman

Untuk cara mendaftar Ausbildung, baca: bagaimana mendaftar Ausbildung di Jerman?

Semoga informasi ini menjadi informasi tambahan yang berguna bagi siapapun yang ingin ke Jerman.

Like juga facebook fanpage Denkspa kalau ingin mengetahui melihat informasi, foto dan video yang aku update seputar Jerman. Tinggal scroll down atau klik Denkspa. Terima kasih :)

Viele Grüße
Location: Hamburg, Germany

17 comments:

  1. waah.... ternyata banyak kesempatan setelah ada di Jerman ya.... Sukses terus buat Giri :)

    ReplyDelete
  2. Bermanfaat nih, wah aku kira Ausbildung itu khusus orang Jerman saja, tapi ternyata tidak ya. Bisa di rekomen nih ke temen yang mau ke Jerman. Bisa baca-baca di blog ini :)

    Oh,iya,Mba. Untuk ausbildung seperti ini apa hanya ada di Jerman saja. Misal di negara lain ada atau tidak ? Atau namanya berbeda ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setahu saya, program seperti ini hanya ada di Jerman. Mungkin di Austria, tapi kurang tahu,,, pertanyaan yang bagus, nanti akan saya cari tahu dan kasih info lagi. :)

      Delete
  3. Semacam magang ya. Mba, saya jadi kepikiran pas baca jumlah tabungan untuk bikin visa. Kalau jadi AU Pair apa harus punya tabungan sekian EURO dulu kah?

    ReplyDelete
  4. Anakku yg masih imut mo kurayu2 biar ambil beasiswa di Jerman deh. Amin.. amin. Aku baca postinganmu mupeng banget Mbak :)

    ReplyDelete
  5. Ternyata ada cara mudah ya selain menunggu beasiswa atau harus ada uang di rekening sebanyak sekian. Teman suamiku sekarang sedang belajar di Jermaan, tapi ya itu karena diberi beasiswa oleh kantor tempatnya bekerja. Seru juga ya pelatihan semacam Biro kerja kalau di sini, ya

    ReplyDelete
  6. hai, mbak Girin :D
    senang bgt bisa nemuin blog nya mbak, waktu nyari2 ttg pajak penghasilan di Jerman... dan akhirnya keliling blognya mbak, deh :D

    skrg aku semester 6 kuliah, nih mbak. dan kebetulan udah ada rencana buat kuliah S2 di jerman sejak SMA. aku juga punya target sblm umur 25 udah di jerman... dan rencana emg mau ke jerman sama sekali gapake uang orang tua... dulu taunya kalo orang kuliah di jerman itu, kalo gak krn pinter (dpt beasiswa), ya krn tajir... sempet searching2, tanya2 temen yg kuliah di munich juga, ternyata bisa lewat au pair, bisa juga lewat ausbildung...

    yg aku bingungin nih, mbak... kalo ausbildung ini, ntar visa nya pake visa apa, ya? beberapa katanya ada visa ausbildungnya sendiri... nah untuk jam kerjanya apa dibatasi, kayak visa student dan visa au pair?

    trus kalo untuk yg lulusan S1 apa bisa lamar ausbildung? skrg kan aku di arsitektur, nih kak... ada kepikiran di jerman mau cobain bidang medis/kedokteran gitu... apa untuk kedokteran harus lewat bachelor atau bisa lewat ausbildung juga?

    makasih atas jawabannya, maaf kebanyakan :D kalo ada waktu lagi, aku bakal baca blog mbak sampe habis :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo,,
      Slam kenal.
      Visa Ausbildung ada kok, yakni visa kuliah sambil bekerja.
      Untuk kasus kamu, aq saranin daftar visa sprachkurse dari Indo selama 3 bulan, lalu sambil sprachkurse di sini, km nyari2 ausbildung&daftr ausbildung di sini. Tapi dalam waktu 3 bulan itu kamu harus bener2 canggih nyari, interview, tanda tangan kontrak dsb.
      Untuk jurusan kamu, knapa nggak ambil ausbildung Arsitektur? Pasti ada, dan linier dari apa yg kamu pelajari. Kalau jurusan Medis/kedokteran (jadi dokter), setahuku tak ada, mereka harus kuliah bertahun2. Yang ada itu keperawatan, seperti perawat di rumah sakit, asisten dokter, ergotherapi, logopedie, dan semua itu. Tapi untuk dokternya sendiri, setahuku harus kuliah.

      Ijazah SMA bisa kok daftar Ausbildung, pakai S1, apalagi, yg pnting kemampuan bahasa Jermannya sudah sampai B1

      Delete
    2. (ini akun saya yg lain, kak :D)
      mau ambil ausbildung arsitektur juga sih, kak.. cuman pengen nyobain bidang baru di jerman... kalo visa sprachkurse harus pake uang deposit 8040 Euro itu, ya?
      kalo untuk ausbildung dan fsj, apa harus ngurusnya di jerman? gabisa ngurus di Indonesia, kak? trus persyaratan bahasanya pake bhs inggris saja apa sudah mencukupi? niatnya sih mau belajar bhs jerman di jermannya langsung, kak...
      hehe, maaf kak banyak tanya :D

      Delete
    3. Sekarang uang depositnya 8600 euro :(,,, fsj bisa kok ngurus di Indonesia, ausbildung juga, ada yang pakai agen ada yg mandiri,,, fsj hanya butuh A1, kalau ausbildung sudah harus punya B1,,,

      Delete
    4. yahh TT ngumpulin 8040 euro aja udah susah TT
      oiya, kak... saya sempat liat di website kedubes ttg kerja sosial/fsj itu...
      nah, pas liat syarat2nya, kalo blm bisa daftar asuransi kesehatan, harus pake asuransi perjalanan... saya bingung yg asuransi itu, harus ngurus di indo kah atau sebenarnya bisa ngurus di jerman? trus apakah fsj itu selain difasilitasi akomodasi (walau tdk semua fsj ada akomodasinya), apa udah sekalian asuransi kesehatan dan tiket perjalanan juga? kalo misalnya setelah 6bln fsj saya mau sekalian ausbildung/kuliah, itu bisa tdk ya? harus ganti visa atau bisa punya lebih dr 1 visa?

      maaf, kak... kebanyakan tanya lagi :D

      Delete
    5. Hallo Sahika,

      Asuransi perjalanan, bisa diurus online di indo, di jerman atau di mana pun, karena buktinya yang harus diserahkan kepada kedubes akan dikirim pihak asuransi ke email kamu. kamu bisa baca tentang asuransi perjalanan yang aku buat di blog ini juga:

      http://www.denkspa.com/2017/07/pengalaman-bikin-asuransi-perjalanan.html

      kalau asuransi kesehatan, kita juga bisa daftar dari indonesia asalkan sudah ada kontrak kerja dari pihak FSJ, karena mereka nantinya yang akan membayar asuransi kesehatan itu. Asuransi perjalanan, kamu yang bayar.

      FSJ ada yang diakomodasi ada yang nggak....

      kalau misalnya setelah 6 bulan mau ausbildung atau kuliah bisa saja, karena kamu bisa berhenti fsj setiap saat. Betul, visanya harus diganti kalau kalu sudah dapat tempat untuk kuliah atau ausbildung itu...

      Delete
  7. Hallo Girindra,

    Kebetulan sekali aku baca blog ini dan memang ada beberapa pertanyaan yang harus aku dapatkan jawabannya. Jadi saat ini aku sedang bekerja di kapal pesiar US dan akan pulang tahun depan. Aku udah ada rencana akan ambil kursus Bahasa Jerman. Hanya saja sekarang aku sedang mempertimbangkan, sebaiknya yang mana ya?
    1. Kursus Bahasa Jerman langsung di negara Jerman sendiri (dan dari awal aku sudah berpikir bahwa aku bisa daftar Ausbildung sembari kursus)
    2. Kursus Bahasa Jerman di Indonesia dulu, kemudian melamar BFD, dan sembari menyesuaikan diri, baru daftar Ausbildung, lebih mudah. Ini merupakan saran dari seseorang di grup FB "Au Pair, FSJ, Azubi aus Indonesien"
    Nah yang bikin saya deg-degan....apa betul kalau mau BFD harus punya pengalaman voluntary work di bidang sosial? Kata orang tersebut, dia magang dulu di panti sosial di Indonesia sebelum ikut FSJ karena itu permintaan dari agen di Jermannya. Atau tidak setiap agen punya syarat tersebut?
    Kalau untuk Ausbildung, saya sudah punya bayangan maunya di bidang hospitality/ restaurant. Jadi apakah saya tetap harus BFD dulu sebelum Ausbildung?

    Terima kasih,
    Metha

    ReplyDelete
    Replies
    1. HALLO Metha,

      1. Ide yang bagus dan masuk akal, meskipun biaya yang harus kamu keluarkan akan banyak (untuk biaya kursus intensiv dan tinggal di Jerman), sedangkan kalau kamu ingin FSJ atau BFD, sertifikat yang dibutuhkan cuma sampai level A2 saja, dan itu (aku rasa) bisa kamu dapatkan di Indonesia. Tapi tak ada salahnya mencoba.

      2. Saran kedua ini memang lebih mudah kalau kamu ingin BFD dulu.

      Nggak semua BFD menysaratkan harus punya pengalaman di bidang sosial...tapi alangkah lebih baiknya kalau kamu punya. Aku dulu bisa dibilang tidak punya. Tapi aku ingat, aku pernah jadi guru les anak kecil di Indonesia dan meski dibayar tiap bulannya, tapi aku bilang di CV aku, aku dibayar dengan upah minimal, menurutku, tentang pengalaman kerja, ada pihak yang mempermasalahkannya ada yang tidak. Toh menurutku, meski BFD itu dibayar, tapi gajinya termasuk rendah dan banyak instansi Jerman yang butuh tenaga sukarelawan, karena mereka kerja fulltime dengan gaji part time, banyak peluangnya,,,

      kamu bisa liat tulisanku tentang melamar FSJ/ BFD dari Indonesia:

      http://www.denkspa.com/2017/07/melamar-fsjbfd-dari-indonesia.html

      Ausbildung di bidang hospitaliy dan gastronomi memang banyak dicari dan dibutuhkan, jadi jangan khawatir tak dapat kesempatan. Menurutku, kalau kamu BFD dulu, itu lebih baik, karena untuk ausbildung, kamu butuh bahasa Jerman level B1, dan kamu bisa cepat belajar bahasa jerman kalau BFD,, tak ada ruginya kok. Aku merasa sangat beruntung bisa BFD karena kemampuan bahasa jermanku meningkat pesat.

      Lg

      Delete

Join Facebook

Followers

Google+ Followers