Friday, February 17, 2017

Verona: Rumahnya Romeo and Juliet


Sayang sekali saat aku gencar-gencarnya seneng main dan travelling keliling Eropa dulu, belum punya blog, jadi aku kudu nyicil satu per satu kalau pengen nge-bahas tentang negara-negara dan kota-kota yang pernah aku kunjungi selama 3 tahun ini. Wuduh, semoga aku kuat deh nulisnya. Wkkkk

Bukan karena minggu ini merupakan minggu Valentine, tapi kebetulan mood aku nulis, pengen nulis tentang Verona yang baru saja aku kunjungi beberapa hari yang lalu. Aku berada di kota kecil itu 3 hari dua malam saja. Memang singkat banget, tapi mengelilingi kota Verona yang kecil itu jalan kaki seharian saja sudah cukup kok. Banyak yang bilang kota paling Romatis itu Paris, tapi ada juga yang bilang, kota pusat cinta itu Verona. Aku pernah ke Paris tahun 2014, tapi kesan yang aku dapat saat itu malah kotor dan nggak ada romantis-romantisnya. Aku malah bertengkar terus terusan sama temanku saat itu, sehingga Paris di memori otakku seperti kota indah yang menyimpan memori kelam. Hahha.

Kembali ke Verona. Informasi tentang Verona, demografi dan letak geografisnya, bisa kalian baca sendiri di Wikipedia. Tapi kalau kalian malas, ya sudah, aku infokan saja singkat di sini, ya.

Verona terletak di Italia Utara. Kota kecil ini merupakan salah satu warisan budaya yang dilindungi Unesco karena keindahan serta keunikan tata letak kota serta bangunan arsitekturnya. Ini peta Verona di Italia
sumber: Wikipedia
Sebenarnya, ini sudah ke 3 kalinya aku pergi ke Itali, yang pertama dulu ke Danau Garda yang juga di Italia Utara, perbatasan Austria, lalu ke Roma, yang luar biasa sekali indahnya, kemudian ke Verona. Aku suka sekali pergi ke Italia karena aku merasa seperti di Indonesia. Teman aku bilang, "Busyet, pengendara kendaraan di Itali beda jauh ya sama di Jerman, di Itali lebih kayak di Indonesia, mobil, motor pada main sruduk aja, nggak mendahulukan penyebrang jalan. Kalau di Jerman mah, tertibnya minta ampun."

Selain itu, orang-orang Itali jauh lebih ramah dan hangat ketimbang orang Jerman yang cenderung kaku nan skeptis. Terlebih lagi makanannya yang lebih sedap dan bercita rasa tinggi, camilan-camilan jalanannya pun tak kalah enak (perbandingan sekali lagi bukan ke Indonesia ya, tapi ke Jerman, hehehe).

Ke Verona, pasti identik dengan mengunjungi Rumah Romeo dan Juliet. Siapa yang tak kenal kisah cinta tragis Romeo dan Juliet karangan sastrawan Inggris terkenal William Shakespeare? Kisah ini merupakan kisah seratus persen fiksi alias khayalan semata. Shakespeare mengambil Verona sebagai setting tempat utama dari kisah cinta Romeo dan Juliet, sehingga banyak orang yang berbondong-bondong ke Verona demi melihat setting ini, lalu menjadikan kota ini sebagai kota simbol cintanya Romeo dan Juliet. Padahal Romeo dan Julietnya sendiri sebenarnya nggak ada, meskipun setting novelnya nyata.

Ini kediamannya Romeo

masih kediamannya Romeo
Rumah kediaman Romeo merupakan rumah kediaman penduduk setempat. Di depan gerbangnya, hanya di ada papan tanda bahwa ini rumahnya Romeo. Namun tak seorangpun yang bisa masuk karena kediaman milik privat. Meskipun demikian, banyak orang yang lalu lalang mengamati serta mengambil foto rumah yang terletak di gang sempit ini.

Seperti yang dikisahkan Shakespeare, Romeo dan Juliet itu bertetangga, jadi rumah Juliet juga nggak jauh dari rumah Romeo.

Ini kediaman keluarga Juliet, lengkap dengan Balkonnya
Di gerbang masuk rumah Juliet ini dipenuhi coretan-coretan sehingga nampak kotor dan kumuh. Kita bisa lihat betapa banyak orang mengunjungi rumah Juliet. Rumah ini kini menjadi museum yang bisa dikunjungi semua orang. Orang-orang bahkan bisa naik ke Balkon dan berkoar-koar berakting layaknya Juliet yang melihat Romeo dari atas Balkon, seperti di novel dan filmnya.

Patung Juliet di depan rumahnya
Tradisi orang yang mengunjungi rumah Juliet adalah memegang payudara kanannya. Entah dari siapa tradisi ini berkembang, yang jelas saat aku kesana puluhan gadis antri untuk berfoto dengan mengelus payudara Juliet atau bergandengan tangan dengannya. Sehingga dada kanan Juliet serta tangannya ini harus direnovasi berkali-kali karena pernah patah, rusak, catnya luntur karena keseringannya diusap. Kasian banget ya si Juliet ini.

Pernah nonton Filmnya Letter to Juliet? Film komedi romantis tentang seseorang yang mengirim surat kepada Juliet ini juga berlatar di Verona. Konon sejak tahun 1913, ada orang yang mengirim surat curhat tentang kisah cintanya kepada Juliet, lalu seseorang bersukarela membalas surat tersebut. Sehingga banyak surat berdatangan. Beberapa wanita yang tergabung dalam Club Juliet membaca surat mereka satu persatu dan membalasnya. Mereka menamai diri mereka Sekretarisnya Juliet. Inilah yang menjadi ide pembuatan film Letter to Juliet.

Saat aku ke sana, tak banyak tempelan-tempelan kertas melekat di dinding gerbong masuk atau pun rumah Juliet, semuanya sudah dibersihkan, namun, jutaan orang masih saja menulisi temboknya dengan spidol.

kotor banget di gerbong masuk rumah Juliet
tong sampah dan tembok2 pun jadi korban

Kalau kalian berkunjung ke Italia, nggak ada salahnya menyempatkan diri mengunjungi rumah Romeo dan Juliet.

Alamat Rumah Juliet:
Kediaman keluarga Capello/Capelletti
Via Capello 23
37121 Verona
Italia
Jam buka: Selasa-Minggu: 8.30-19.30
                 Senin :13.30-19.30
Untuk masuk ke halaman rumahnya: Gratis
Untuk masuk ke dalam rumah (museumnya): 6 euro (untuk orang dewasa), 4,5 euro (untuk anak-anak dan pelajar usia 14-30 tahun, dan manula yang berusia lebih dari 60 tahun), 1 euro (untuk anak anak usia 8-13 tahun), dan paling enak berkunjung pas hari Minggu di tiap awal bulan karena hanya bayar 1 euro.


Alamat Rumah Romeo:
Via Arche Scaligere 2,
37121 Verona
Italia

Viele Grüße

Location: Hamburg, Germany

4 comments:

  1. hahaha, pengen kesana mbak :). cakep tempatnya mbak

    ReplyDelete
  2. Emamakkk... megang dadanya Tante Juliet. Asyik ini main ke museum gini. Kalau di halamannya aja gratis ya, tapi sayang juga kalau nggak sampai masuk dan foto2 di dalamnya.

    ReplyDelete
  3. Hihihi, semoga kuat nulisnya ya Mbak. Taktunggu wes postingan ceritane ya :)
    Baca paragraf awal aku ngikik sendiri Mbak hehehe

    Patungnya cantik sayang udah banyak renovasi karena dielus ya :)

    ReplyDelete
  4. Kalo di Indonesia Paijo dan Paijem, hahaha

    ReplyDelete

Join Facebook

Followers

Google+ Followers