Tuesday, February 28, 2017

Asuransi Kesehatan Di Jerman

Beberapa hari yang lalu, saya sempat dibuat sedih karena membaca berita tentang fasilitas asuransi kesehatan yang dicanangkan oleh pemerintah baru-baru ini, BPJS, tak berjalan semulus yang diharapkan. Saat update status di facebook tentang hal itu, dari sekitar 20 komentar, hanya 2 saja yang merasa puas dengan layanan BPJS. Sisanya? Banyak yang mengeluh karena penanganan dokter yang enggan melayani pasien kalau mereka memakai BPJS. Mengapa hal ini bisa terjadi? Saya tidak mengerti. Saya harap ke depannya pelayanan asuransi kesehatan BPJS di Indonesia ini semakin membaik dan tidak ada oknum yang memanfaatkan pelayanan ini untuk mencari keuntungan pribadi.

Baca juga : kisah  ambulan dan pertolongan pertama di Jerman

Saya harus menekankan kembali bahwa di Jerman, tak ada dokter atau petugas kesehatan yang menolak pasien dengan alasan menggunakan polis asuransi tertentu. Di Jerman, setiap individu mempunyai asuransi kesehatan dan itu hukumnya wajib. Meskipun ada juga pendatang yang tidak mau membayar polis asuransinya dan akhirnya tidak memiliki kartu asuransi. Meskipun demikian, sekalipun orang tidak punya uang dan tidak punya asuransi kesehatan, begitu orang itu sekarat dan lari ke rumah sakit, wajib hukumnya bagi para petugas medis menolong orang tersebut dan negara yang akan mengurus administrasinya. Jangankan orang, anjing, tikus, kucing dan peliharaan lainnya saja punya asuransi kesehatan masing-masing, loh!.

Lalu, bagaiman asuransi kesehatan di Jerman itu? Apakah seperti BPJS yang dicanangkan dan dikelola oleh pemerintah? Berikut ulasannya:

1. Gesetzliche Krankenversicherung (baca: gezetslikhe krankenversiherung) atau GKV

Gesetzliche Krankenversicherung bisa dibilang  polis asuransi umum. GKV bahkan sudah dicanangkan di Jerman sejak tahun 1883 oleh Otto von Bismarck sebagai bentuk kesetaraan buruh dan pekerja pada saat itu. GKV jangan dibayangkan hanya satu perusahaan raksasa yang menaungi jutaan orang. GKV hanyalah nama dari jenis asuransi itu sendiri. Perusahaan asuransi yang beroperasi dan menjalankan program pemerintah ini ada lebih dari 110 perusahaan (data dari wikipedia menyebutkan ada 117 perusahaan asuransi kesehatan pemerintah). AOK (Allegemaine Ostkrankenkasse) adalah salah satu yang paling populer, TK (Technische Krankenkasse), BKK, dan masih banyak lagi. Aku sendiri memakai HEK (Hanseatiche Krankenkasse) karena tidak begitu banyak pelanggannya dan selama ini pelayanan customer service nya sangat cepat tanggap.


Tiap-tiap warga negara berhak memilih sendiri mereka mau daftar di polis asuransi umum yang mana. Harga perbulannya, meskipun tidak terpaut jauh, namun terkadang ada yang lebih mahal sedikit dari yang lainnya. Untuk pelajar hingga umur 30 tahun contohnya, aku membayar polis sebesar 90 euro (1,3 juta) per bulan.

Berapa besarnya asuransi kesehatan yang wajib dibayar untuk para pekerja? Untuk pekerja, bisa berkali-kali lipatnya, tergantung berapa penghasilan mereka perbulan.  7,3% dari penghasilan kotor akan langsung dipotong dari penghasilan mereka, lalu perusahaan tempat mereka bekerja juga wajib membayar polis asuransi kesehatan untuk masing-masing pekerjanya sebesar 7,3%. Jadi sebenarnya satu pekerja membayar 14,6% untuk asuransi kesehatan, separuh dari gaji mereka, separuh yang lainnya dibantu perusahaan. Rumit, ya? Yah begitulah Jerman.

Asuransi ini membayar semua biaya termasuk periksa dokter, terapi kesehatan, juga biaya pengobatan. Untuk biaya pengobatan, tergantung obat yang disarankan oleh dokter. Terkadang dokter bilang, "Anda wajib minum obat ini dan menebusnya di apotek!". Kalau demikian, kita menebus obat tersebut di apotek, berapapun mahalnya obat tersebut, kita hanya perlu membayar 5 euro saja, sisanya ditanggung pihak asuransi.

Jika dokter bilang, "Anda bisa menebus obat ini, bisa juga tidak, tidak wajib.". Kalau seperti ini, biasanya dokter akan menuliskan resepnya di kertas yang berbeda dan kita harus membayar sepenuhnya (bukan hanya 5 euro saja), karena bukan obat wajib. Asuransi juga tidak mau membayar biaya pengobatan yang bertujuan untuk kecantikan. Misalnya, terapi untuk mempercerah kulit, mempercantik gigi, dsb. Namun, para remaja yang giginya morat-marit, sebelum mereka berusia 18 tahun, dianjurkan untuk memasang kawat gigi dan biayanya ditanggung pihak asuransi. Kalau kawat gigi sekedar untuk gaya-gaya an saja, mereka tidak mau mengganti. Begitu juga dengan jerawat, pemuda di masa pubertas yang mempunyai masalah dengan jerawat, mengganggu, gatal, dan membengkak, dianjurkan ke dokter kulit untuk melakukan perawatan. Operasi tahi lalat yang dicurigai berpotensi menjadi kanker kulit juga ditanggung biayanya, namun jika hanya untuk alasan kecantikan dan senang-senang saja, kita harus bayar sendiri.

2. Private Krankenversicherung (PKV)

Private Krankenversicherung adalah asuransi kesehatan pribadi. Kalau kita asumsikan kata 'Private' disini, tentunya tak jauh dari arti yang sesungguhnya, yakni pribadi, eksklusif, privat, dsb. Perusahaan asuransi pribadi ini merupakan perusahaan asuransi swasta yang berdiri dibawah naungan pemerintah juga. Bedanya, perusahaan asuransi ini, lebih mengutakamakan keuntungan atau laba yang akan diperolehnya dari nasabah, sedangkan polis umum tidak.

Kalau polis umum, gaji kita akan langsung dipotong dari perusahaan, sebaliknya kalau polis pribadi,  perusahaan akan memberikan uang gaji kita dan kita membayar sendiri dengan mentransfer ke perusahaan asuransi pribadi ini. Kita pastinya sudah tak asing dengan perusahaan Allianz, AXA, SIGNAL IDUNA. Beberapa perusahaan tersebut merupakan perusahaan asuransi privat.

Besarnya nominal yang harus dibayar ke asuransi privat ini tidak tergantung pada persentase gaji kita. Tapi sudah ditentukan oleh perusahaan asuransi. Perusahaan tentu saja tetap membantu 7,3% dari gaji kotor untuk asuransi tersebut.

Para dokter juga mendapat uang lebih dari pasien yang terdaftar di asuransi privat. Sehingga, terkadang pasien-pasien tersebut lebih diutamakan, tapi bukan berarti pasien dari GKV lalu diabaikan.

Sebelum daftar PKV, biasanya kita harus tes kesehatan dulu. Kalau kita ada riwayat penyakit, misalnya TBC atau kanker, PKV tidak akan mau membayar atau mengcover biayanya. Tapi jika kita sudah lama terdaftar di PKV, dan tiba-tiba sakit kanker, PKV akan mengcover. Mengapa? karena perusahaan ini tidak mau rugi. Berbeda dengan GKV, yang tetap mengcover biaya pasien meskipun sebelumnya sudah beriwayat sakit.

Oh iya, sebagai info tambahan, biaya asuransi anak-anak biasanya langsung dipotong bersama gaji orang tuanya (kalau GKV), kalau di PKV, ada kemungkinan mereka medaftar asuransi keluarga untuk istri dan anak-anak dan transfer ke perusahaan asuransi sendiri (tidak langsung dipotong gaji).

Sejauh pengalamanku di Jerman, meskipun selalu terdaftar di polis asuransi kesehatan umum, aku tak pernah mempunyai pengalaman buruk diabaikan dokter atau ditolak. Semua orang Jerman sadar akan pentingnya kesehatan dan bekerja untuk kesejahteraan bersama. Tak bisa dipungkiri, orang Jerman rata-rata hidup 80 hingga 90 tahun lamanya, setelah pensiun di usia 65, mereka masih terbilang segar bugar karena sehat, tak khawatir akan sakit dan mahalnya biaya pengobatan, berlibur ke manca negara, dsb.

Sampai jumpa di topik menarik berikutnya,

Viele Grüße
Location: Indonesia

9 comments:

  1. BPJS sebenernya sudah mulai bagus kok mbak akhir-akhir ini. Ya maklum mbak, namanya juga berdiri 2014. Baru 3 tahun. Sudah banyak kok perubahan-perubahan yang dilakukan dalam pelayanannya. Kuncinya mah sabar. Sama satu lagi, jangan daftar BPJS di rumah sakit umum milik pemerintah. Pake swasta. Josss !!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh syukurlaaahhh,,, iya sih wajar juga ya kalau masih baru, nggak bisa langsung bagus...tapi kedepannya semoga makin joss :D

      Delete
  2. PAsti lebih disiplin di sana ya Mbak. Aku pengaduan ke bpjs sampe 2 kali. sampe bingung deh, sistemna itu hikss...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku belum pernah mendaftar BPJS sih mbak,,,tapi memang semua perlu disosialisasikan...tunggu waktu saja mbak,, nanti juga pasti terbiasa

      Delete
  3. PKV kalau ga orang kaya banget mending pikir ulang deh klo mau masuk, soalnya ga bisa keluar lagi. Biaya bulanannya juga gede banget. Berlaku cuma buat sendiri, misalnya pria berkeluarga yg pakai PKV ini maka istri dan anak2nya harus punya asuransi lain. Klo jarang2 banget ke dokter ya kupikir sih rugi banget pakai PKV ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh gitu ya mbak,,,betul, GKV saja sudah cukup bagus kok di Jerman. wah perlu ditambahkan nih infonya,,,makasih ya mbakkk...

      Delete
  4. di SULSEL pasien dengan BPJS perlahan sudah dihilangkan neng ...entah mungkin karna apa ,,,padahal sangat membantu meringankan biaya berobat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Loh loh loh....kenapa ya? Waduh...apa nggak berjalan dengan baik atau gimana?

      Delete
  5. Pelayanan kesehatannya lebih maksimal ya, terlepas dari urusan si pasien dg asuransi. Iya kalau untuk kecantikan ya nggak bisa di-cover. Siapa suruh cantik? Ehhh... haha...

    ReplyDelete

Join Facebook

Followers

Google+ Followers