Wednesday, February 22, 2017

6 Tips Prasmanan di Jerman



Terus terang, saat di Indonesia, aku SAMA SEKALI belum pernah menginap di sebuah hotel. Maklum saja, aku dan keluargaku bukan tipe orang yang mengutamakan liburan atau menikmati hidup dengan melancong dan menginap di hotel, kami belum punya cukup dana untuk itu. Bisa makan tiap hari saja syukur-syukur loh.

Wajar saja saat di Jerman, diajak menginap di hotel oleh host family atau saat seminar FSJ merupakan hal yang baru buat aku. Di sebuah hotel minimal bintang 3 maupun halbpension, biasanya, kita akan mendapat jatah sarapan gratis. Sarapan tersebut berupa prasmanan dimana kita bisa ambil sendiri makanan yang biasa kita ambil.

Agar tidak canggung dan membuat kesalahan seperti aku, 6 hal ini mungkin akan berguna kalau kalian makan prasmanan, baik di hotel, di undangan keluarga, maupun di sebuah restoran:

1. Perhatikan jadwalnya

Sarapan prasmanan di restoran biasanya ada jadwal khususnya. Ada yang mulai jam 7 dan berakhir jam 11 pagi. Ada juga yang jam 8 sampai jam 10.30. Kita harus perhatikan jadwalnya agar kita bisa sarapan dan memilih-milih menu dengan tenang.
Kalau makan di restauran pun juga demikian, ada restauran all you can eat yang menawarkan menu apa saja bisa di makan di jam-jam tertentu dengan membayar harga tertentu.

2. Ambil makanan piring demi piring

Sebaiknya jangan ambil makanan sepenuh-penuhnya. Restoran kan menyediakan ratusan piring. Kita bisa memenuhi piring demi piring tersebut dengan porsi yang wajar, jangan seperti orang kalap, ambil banyak banget di satu piring. Piring demi piring tersebut bisa kita letakkan di meja, akan kelihatan rapi, ketimbang banyak makanan di satu piring.

3. Pinggirkan piring kotor

Jangan bawa piring kotor kembali untuk mengambil makanan baru!. Sebaiknya kalau sudah makan dengan satu piring, pinggirkan piring tersebut biar diambil pelayan, lalu ambil piring bersih yang baru untuk makanan baru. Aku pernah digumam sama tante-tante Jerman cerewet yang mungkin berpikir aku nggak bisa Bahasa Jerman. Begini katanya saat melihatku mengusung piring bekas makanku untuk mengambil makanan baru, "Seumur hidup aku nggak pernah melihat ada orang yang prasmanan membawa piring bekasnya untuk makanan baru. Jorok banget." Nah lo, dari pada digumam seperti aku, lebih baik kalian tahu dan belajar kan?

4. Jangan pinggirkan peralatan makan

Piring kotor harap dipinggirkan, tapi peralatan makan seperti sendok, garpu, pisau jangan. Alat-alat makan ini akan terus kita gunakan sampai titik darah penghabisan. :D. Saat sudah selesai dengan satu piring, pinggirkan piring kotor, lalu letakkan peralatan makan di tempatnya semula (depan kursi makanmu), lalu ambil piring baru. Kalau kamu melihat di barisan hidangan prasmanan itu ada sendok, garpu baru, kamu bisa juga menyertakan peralatan makan kotor itu bersama piring agar diambil pelayan. Tapi ambil makanan beserta sendok garpu itu akan menimbulkan kegaduhan kalau alat-alat itu terjatuh, jadi lebih aman bila kita menyimpan bekas peralatan itu untuk makan selanjutnya.

5. Jangan sentuh makanan seenaknya

Aku juga membuat kesalahan ini saat mau mengambil roti. Aku mengambil satu roti, tapi berubah pikiran mau makan telur, lalu aku letakkan kembali roti tersebut. Robert yang melihatku marah besar, katanya roti itu sudah aku sentuh, jadi harus aku makan. Kita nggak bisa menyentuh makanan lalu mengembalikannya dan dimakan orang, itu nggak hieginis, dsb. Orang Jerman selalu menjaga kebersihan demi kesehatan diri dan keluarga. Jadi, jangan sentuh makanan yang nggak akan kita makan. Pikir dulu apa yang mau kita makan baru mengambil.

6. Bilang terima kasih pada pelayan

Saat pelayan mengambil piring kotor kita, atau menghidangkan kopi, telur atau hidangan lain yang kita pesan, jangan lupa bilang terima kasih. Sudah aku jelaskan sebelumnya bahwa terima kasih adalah kata penting di Jerman, kata yang menunjukkan tingkat peradaban tertinggi. Sekecil apapun yang orang lakukan untuk kita, budayakan bilang terima kasih. Jangan sampai kita dicap orang yang tidak tahu berterima kasih. Meskipun kita membayar pelayan, dan tugasnya melayani, kita wajib mengucapkan terima kasih. Bahkan host familyku yang sehari-harinya mencucikan bajuku itu tak terhitung banyaknya mengucapkan terima kasih kepadaku saat aku membantu mereka mencuci piring, padahal nyucinya di mesin pencuci piring. LOL

Apakah kalian punya tips prasmanan ala Jerman yang bisa ditambahkan?

Sampai jumpa di topik menarik selanjutnya ya...

Viele Grüße

13 comments:

  1. Kebiasaan orang Indonesia. APA-APA DIPEGANG ! Habis itu gak dimakan. Ewww... disgusting !

    ReplyDelete
    Replies
    1. mengakui kebiasaan kita ya mas, kalau kekondangan dan makan di prasmanan :p

      Delete
    2. We have touched it ! Hahahaha


      Taste good right??


      Hahaha

      Delete
  2. Intinya kalau di sana ambil seperlunya. Tidak diambil semua ahahhaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kalau nggak habis bisa dimarahin sama orang loh

      Delete
  3. Wakakak, ngenes banget digumamin orang sana jorok ya Mbak. Secara kita maunya hemat tempat. Hiksss.,.. bakalan kuinget2 deh. Budayanya beda banget. Tengkyu sharingnya ya :)

    ReplyDelete
  4. Wah Jerman, Kalau saya moro-moro ke jerman, bali saja gak (Ups...)

    ReplyDelete
  5. Kalo di kampung saya mba, ambil makanannya hukumnya fardu ain nasinya harus segunung.

    ReplyDelete
  6. Serem banget dibilangin jorok gitu, padahal maksudnya biar hemat dan nggak ngerepotin yang nyuci piring ya..

    ReplyDelete
  7. Kalo yang paling aku inget tuh broadcast tentang pengalaman makan org Indonesia di Jerman. Jadi mrk ga abisin makanannya gitu, trus ditegur sm org Jerman. Katanya, emg makanan itu kita beli pake duit sndiri, tp betapa mubadzir kalo ga diabisin. Gitu deh. wkwkwk

    ReplyDelete

Join Facebook

Followers

Google+ Followers