Monday, February 13, 2017

10 Adab Bertamu di Jerman


Seperti semboyan yang kita kenal yang juga aku jadikan ide untuk menulis blog ini: Lain Lubuk lain Belalang, lain ladang lain ikannya, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Tak usah lah aku jelasin artinya, ya, pasti semua sudah tahu. :)

Telah kita ketahui bersama, bahwa banyak perbedaan budaya antara Jerman dan Indonesia, scara Jerman adalah negara berkiblat ke budaya barat, sedangkan Indonesia, merupakan negara yang mengusung budaya ketimuran, tak akan ada habisnya kalau diceritakan, oleh karena itu, aku akan membahasnya satu per satu, hari demi hari, waktu demi waktu, haha.

Nah, lali ini, aku akan membahas sedikit seputar tata cara bertamu di Jerman. Di Indonesia sendiri, banyak sekali adat dan norma yang digunakan seseorang untuk bertamu dan menjamu tamu, karena aku berasal dari Jawa, aku mengenal bahwa adab bertamu di Jawa itu sangatlah khas dengan jamuan makan dan tata krama sungkannya, contohnya, meskipun haus dan lapar, kalau pemilik rumah menawarkan minuman, kita hendaknya sopan dengan mengatakan: Nggak usah repot-repot. Bagaimana di daerah kalian?

Kalau di Jerman bagaimana? Pasti berbeda kan adab bertamu nya? Tentu saja berbeda, berikut aku bahas 10 adab bertamu ala Jerman. Semoga kalau kalian ke Jerman atau diundang oleh seseorang di Jerman bisa jadi pembelajaran.

1. Harus Pakai Termin (Janji)

Orang Jerman adalah orang yang "Sok" sibuk sedunia. Meskipun kenyataannya mereka memang sibuk. :D. Jangan harap kalian bisa spontan berkunjung ke rumah seseorang tanpa membuat janji terlebih dahulu.

Kalau di Indonesia, kita biasanya bisa datang berkunjung ke rumah saudara, kerabat atau teman, tanpa ngasih tahu mereka terlebih dahulu. Di Jerman, walah bisa kena usir atau bisa dikatakan nggak sopan. Orang Jerman bukan orang yang spontan. Siapa tahu mereka ingin menikmati waktu senggang dengan keluarga atau pasangan, lalu kalian nongol gitu aja, mereka nggak akan gembira akan hal itu, sekalipun kalian sudah cukup kenal baik. Sebaiknya bikin janji terlebih dahulu, paling tidak telepon atau sms bertanya apakah mereka bisa dikunjungi di waktu-waktu tertentu. Tapi kalau sudah bikin janji namun terpaksa harus dibatalkan, sebaiknya lekas bilang, mereka pasti akan mengerti dan percaya. Asal jangan tiba-tiba mager (malas gerak) lalu nggak mau datang. Orang Jerman sangat menghargai waktu dan kejujuran.

2. Tidak Di Jam Makan

Pernah satu kali aku mengunjungi keponakannya Tobi di siang hari. Kami bermain dengan keponakannya sampai menjelang waktunya makan malam. Alih-alih diajak makan malam bersama, kakak ipar Tobi malah bilang, "Kita mau makan malam nih, tapi kayaknya makanannya nggak cukup kalau kalian ikut, ". Kami sadar diri dan pulang sebelum mereka makan.

Sebaiknya, kalau mau bikin janji bertamu, jangan di jam-jam makan malam, kecuali, kalau acaranya makan malam.

3. Membawa Sesuatu

Kalau kalian diundang makan, sebaiknya jaga-jaga dengan membawa makanan yang akan kalian makan, karena terkadang orang Jerman ngundang ya ngundang aja, tapi kita bawa makanannya sendiri-sendiri. Contohnya kalau undangan Barbeque Party, sebaiknya kita bawa daging untuk kita makan sendiri. Ada baiknya tanya apakah mereka butuh sesuatu untuk melengkapi hidangan, kalau mereka bilang tidak perlu, kita bisa membawa sebotol minuman, bisa Wine atau Bir atau minuman Soda.
Kalau undangan tersebut bukan acara makan-makan, melainkan acara minum teh, atau sekedar ngobrol, ada baiknya kita membawa minuman atau chips, not empty-handed (jangan datang dengan tangan kosong). Tapi, kalau kalian sudah akrab dan sering berkunjung, nggak usah bawa apa-apa juga sah-sah saja.
Kalau bingung mau bawa apa, orang Jerman juga suka dibawakan bunga.

4. Jangan Bawa Teman (Rombongan)

DILARANG KERAS!!!
Ini pengalaman buruk yang terjadi padaku beberapa kali dan bodohnya, aku tak juga belajar karenanya. Saat di Indonesia, kita biasa saja bertamu dengan membawa pasangan atau beberapa teman kita yang mungkin ingin ikut dan nambah teman baru. Jangan lakukan ini di Jerman.
Aku pernah bilang pada host family kalau aku akan mengajak Lukita datang ke rumah dan menginap di sana. Host Familyku senang mendengarnya. Mereka masak untukku dan Lukita. Saat itu, tidak hanya Lukita, Yola juga ingin ikut pula datang. Aku dimarahin habis-habisan yang kagetnya aku nggak tahu kenapa. Ternyata, di Jerman, kalau kita bilang bawa satu orang, ya datang satu orang, nggak rombongan.
Kejadian yang lain, saat teman seminarku dari Thailand mengundangku makan malam di rumahnya bersama pacarnya (Orang Jerman). Aku bilang aku akan ngajak temanku yang lain (Retno). Aku sudah kenal teman Thailandku itu, juga pacarnya. Tapi mereka belum kenal Retno. Mereka senang aku mengajak Retno. Tapi saat itu, Retno mengajak temannya (orang Jerman) untuk ikut datang juga. Aku sudah bilang ke teman Thailand, tapi dia lupa beritahu pacarnya. Alhasil, situasi makan jadi nggak enak. Pacarnya kelihatan marah dan ingin segera tidur, dan sejak saat itu hingga sekarang, mereka nggak pernah lagi menghubungiku.
Orang Jerman, karena bukan orang yang suka spontan, mereka cenderung ingin tepat dan seksama. Kalau bilang A ya A, nggak bisa AB.

5. Kalau ditawari Minum

Please jangan bilang, "Nggak usah repot-repot". Kalau kalian bilang itu, pasti seharian di sana pun, nggak akan disuguhi apa-apa. Kalau ditawarin minum, sebaiknya kita tanya, "Minuman apa yang kalian punya". Hhe? Sopankah bertanya seperti itu? Tentu saja. Ini sangat normal di Jerman, dengan bertanya, kita bisa tahu mereka punya minuman apa untuk disuguhkan, dan kita terhindar dari meminta minuman yang ternyata mereka nggak punya. Kalau kita minta Cola, tapi mereka punyanya cuma teh atau kopi, mereka akan merasa segan dan nggak enak hati kepada kita, kita pun juga demikian. Jadi nggak ada salahnya bertanya, lalu memutuskan.

6. Jangan lupa 3 kata ajaib

Budaya Jerman juga sangat mengagungkan kesopanan. Kalau kalian ditawarin minum, dan mau minum Cola, jangan lupa bilang, "Bitte" yang artinya please atau tolong. Lalu kalau sudah disuguhkan, WAJIB WAJIB WAJIB dan jangan sampai lupa bilang, "Danke" yang artinya terima kasih. Satu kata ajaib lainnya yang sejak dini dilatihkan kepada anak-anak Jerman adalah "Entschuldigung" atau sorry. Kalau kalian nggak sengaja menyenggol atau nggak ngerti yang mereka tanyakan, jangan bilang, "Was" (what), tapi, "Wie Bitte" atau bilang sorry, aku masih belum paham bla bla...
Saat selesai hidangan, atau mau pamit, jangan lupa bilang terima kasih sudah diijinkan berkunjung, terima kasih atas undangannya, terima kasih atas minuman dan makanannya. Enak loh (meskipun rasanya nggak enak, bilang aja 'das war lecker, danke')

7. Jalan-jalan di sekitar rumah

Satu hal yang aku amati dari bertamu kepada orang Jerman, kita biasanya ditunjukkan rumahnya, bukan karena mereka mau pamer, tapi hanya ingin menunjukkan bahwa ini loh letak dapur, iniloh kamar mandi kalau ingin buang air dsb. Selain itu, kita juga diajak jalan-jalan di kompleks sekitar rumah, apalagi kalau mereka punya anak kecil. Mereka akan membawa kita jalan-jalan yang ujung-ujungnya main ke playground. Kita sebaiknya ikut mereka jalan-jalan agar tidak sendirian menunggu mereka. Meskipun, kalau kita malas, kita bisa saja menolaknya.

8. Ngobrol?

Apa yang diobrolin orang Jerman? Orang Jerman suka bertemu teman atau berkunjung dan mengobrol tentang hal-hal penting seputar lingkungan, olah raga, isu terkini, politik, bisnis, dan pekerjaan. Kalau di Indonesia, kita biasanya kumpul-kumpul karaoke, makan-makan, ngobrolin tentang dosen atau orang lain, di Jerman rupanya tidak seperti itu. Kadang aku juga suka bosan sendiri kalau kumpul sama orang Jerman, karena nggak bisa saling nge-bully dan nggak heboh. Jadi mereka akan cerita tentang apa yang sudah bisa dilakukan anak-anaknya, bagaimana liburan akhir pekannya, dsb.

9. Jangan berjam-jam

Orang Jerman suka menjaga privasi orang lain dan suka menikmati waktunya sendiri bersama keluarga. Kalau kalian bertamu dan membuat janji, lalu tidak ada rencana untuk menginap, jangan bertamu berjam-jam, kalau nggak, bisa seperti kasus aku dan Tobi yang diusir karena terhalang jam makan malam. 2 jam saja mungkin sudah lama. Kecuali kalian punya acara lain, nonton bola atau film misalnya, atau party sampai pagi, sah-sah saja tinggal berlama-lama. Tapi kalau sekedar berkunjung saja, hargai privasi mereka dengan membuat janji datang jam sekian dan pulang jam sekian, agar mereka bisa mengatur waktu juga.

10. Dahulukan WANITA

Di Jerman, tak ada pekerjaan yang membatasi perbedaan agaman, ras, terlebih gender (jenis kelamin). Telah banyak kutemui wanita yang bekerja sebagai masinis atau supir truk atau bis. 
Dalam bertamu, kita hendaknya mengingat bahwa sebaiknya kita mendahulukan tuan rumah yang wanita dulu. Jika yang membukakan pintu itu laki-laki, maka tak masalah kita menjabat tangannya lebih dulu, namun jika wanita dan laki-laki yang membukakan pintu, kita hendaknya mendahulukan wanita untuk dijabat tangannya terlebih dahulu. Topik ini aku bahas lebih dalam di artikel sebelumnya: Jabat Tangan Wanita Lebih dahulu!

Sampai ketemu di topik selanjutnya....

Viele Grüße
Location: Hamburg, Germany

10 comments:

  1. waduh, berabe ni kalau nggak tahu aturan disetiap negara, kalau diberi rezeki ke jerman, makasih infonya mbak

    ReplyDelete
  2. Saya catet dan ingat-ingat mba, siap tahu ke jerman he..

    ReplyDelete
  3. ih yang no 2 gitu banget baru tau saya #jlebbgt

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahha,,,serius...tapi emang kalau bergaul sama orang Jerman jangan suka masukin hati,bisa nangis berhari-hari

      Delete
  4. yikes, kalau misalnya sdh janji datang tapi ada hal emergency gak bisa datang... what to do? *emergency beneran, gak yg alesan basi krn telat atau malas mendadak*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh itu nggak apa-apa, mereka bisa mengerti...Thanks ya,,,udah nambahin pertanyaan. Bisa aku tambahin ke artikelnya

      Delete
  5. Satu hal besar yang gw pelajari dari budaya orang-orang eropa: TERIMA KASIH !

    Mereka benar-benar sangat terbiasa mengucapkan kata terima kasih untuk pertolongan sekecil apapun. Contohnya pernah diundang makan temen bule. Makannya sekeluarga. Temen, istri, anak, dan gue. Habis makan semua orang mengucapkan terima kasih sama istri temen karena sudah memasakkan makanan untuk mereka. Gue cuman bisa mlongo karena gak pernah ngomong terima kasih sama emak gue setiap habis makan.

    Duh aku malu....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, bener banget,, terima kasih itu kata-kata yang bahkan diajarkan sejak mereka mulai bisa bicara selain mama dan papa

      Delete

Join Facebook

Followers

Google+ Followers