Monday, January 9, 2017

Au Pair: 5 Cara Agar Host Family Tertarik Padamu

SALAH BESAR, kalau ada yang beranggapan kerja sebagai au pair sama dengan TKW atau TKI. Well, memang jadi TKI atau TKW pun tidak ada buruknya namun banyak kisah miris jadi TKW menjadikan sebagian pemuda gentar juga mencoba peruntungan menjadi Au pair, tidak boleh sama ortu lah, sama pacar lah, takut dianiaya lah. Helooo,,,

Kerja sebagai au pair adalah cara TERBAIK mengenal suatu budaya. Gak hanya untuk au pair, tapi juga untuk host family. Gimana nggak, kita tinggal se atap, kita melihat secara langsung bagaimana mereka mendidik anak, bekerja, mengatur rumah tangga, memasak, bersikap kepada pasangan, dsb. 

Kalau kalian masih belum tahu tentang au pair, silakan baca: All about Au Pair. Salah satu cara untuk jadi au pair ke Jerman adalah dengan mendaftar ke salah satu situs pencari au pair dan juga keluarga host family. Contohnya: www.aupairworld.com. Di sana, kita harus membuat sebuah profil yang nantinya akan dilihat calon-calon host family. Ini beberapa tips agar keluarga tertarik sama profil kamu:


1. Profil Text

Profil text, ini salah satu point yang sangat penting agar profilmu berbobot. Tulis profil kamu paling nggak ada satu kalimat yang menyatakan kamu suka anak-anak. Memang sangat perlu mengatakan sejujurnya kalau kamu nggak suka anjing misalnya, atau kamu perlu waktu untuk menunaikan ibadah di profil. Tapi alangkah baiknya kalau kamu katakan hal itu setelah kamu berkomunikasi dengan keluarga. Pengalamanku, aku tulis semua hal tentang kecintaanku pada anak-anak, hobi menulisku, tentang keinginanku mengenal budaya barat, dan impianku untuk berkeliling Eropa. Setelah aku video call dengan Nadja (host mother), aku mengutarakan kalau aku islam, tidak makan babi, tidak minum alcohol, butuh waktu untuk beribadah, dan saat hari raya islam datang, aku ingin dapat cuti satu hari, saat ramadhan, aku berpuasa, dan sebagainya. Orang barat itu memang frontal dan nggak pake sungkan, tapi mereka sangat menghargai apa yang orang lain ingin lakukan selama mereka memenuhi kewajiban bekerja. Robert (host father) menjawab, kami menghargai apa yang kamu yakini selama kamu juga menghargai kami untuk melakukan apa yang kami yakini.

2. Foto Profil

Jangan bikin foto kamu secantik atau se alay mungkin. Kata Nadja, aku nggak akan melirik au pair kalau nggak ada foto sama anak-anak. So, meskipun profil text kamu puanjang lebar pakai 5 bahasa sekalipun, kalau kamu cuma pasang foto selfie alay, bakal nunggu lama deh dapet keluarga (kecuali kalau ada keluarga yang sama alay nya :P ). Saat mendaftar, aku pasang foto bersama keponakanku saat mandiin dia, mendorong kereta dorongnya, saat dia mencium pipiku, dsb. Foto-foto itu menandakan bahwa kamu suka anak-anak dan anak-anak pun suka padamu.

 3. Ramah

Tulislah profil seramah mungkin. Pilihan kata menjadi tolak ukur keramahan profil. Pilihlah kata-kata yang tdak terlalu akademis, tapi sopan dan memudahkan mereka untuk membacanya. Orang Eropa yang tidak tinggal di Inggris juga belajar Bahasa Inggris seperti kita. Kadang mereka juga tak tahu arti sebuah kata yang terlalu akademis. Tak hanya di profil, tapi kalau mengirim aplikasi. Hal ini mungkin agak konyol untuk ditulis tapi keluarga Nadja tertarik padaku karena dalam profilku dan selama kita berkomunikasi lewat dunia maya, aku sering menambahkan emoticon smiley atau ketawa.


4. Pilihan Bahasa

Alangkah baiknya kalau menulis dalam bahasa mereka. Misalnya targetmu jadi au pair ke Jerman, kalau kamu bisa bahasa Jerman juga, tulis pakai Jerman. Bisa juga dalam dua sampai 3 bahasa sekaligus kalau kamu memang menguasai bahasa-bahasa tersebut Tapi JANGAN GOOGLE TRANSLATE!!!. Mereka pasti akan tahu: Dan jangan copy paste!


5. Terlihat Open Minded

Kamu boleh saja berjiwa patriotisme, hidup berlandaskan asas nasionalisme. Tapi menjadi ethnosentris tak akan membantumu hidup di negeri orang. Apa itu Ethnosenstris? Ethnosentris adalah sifat yang terlalu mengagungkan budaya negaranya sendiri lalu menganggap bahwa budaya bangsa lain itu membawa dampak buruk, merusak moral, jelek, dan sebagainya. Simpanlah semua itu dalam dirimu dan tunjukkan pada dunia bahwa kamu itu terbuka pada budaya asing. Tulis di profilmu bahwa kamu suka anak-anak, suka masak, ingin mempelajari budaya dan semua hal tentang Eropa.

Maaf sekali aku tak sempat menulis banyak kali ini. Liburan tahun baru telah usai, aku kembali disibukkan oleh presentasi dan menulis essay. Yang semuanya dalam Bahasa Planet hhaha. Menulis blog satu-satunya alternatifku berkomunikasi lewat dunia maya dan memperbaiki koreksi bahasa Indonesiaku. :D 

Baca juga: Dilarang Melakukan 5 Hal ini Dalam Membuat Motivation Letter Untuk Mengajukan Visa Au Pair/FSJ Ke Jerman


Viele Grüße
Location: Hamburg, Germany

12 comments:

  1. Wow, aku baru tahu au pair ini.
    Well, ini sangat keren untuk mengubah pola pikir, berani menerima tantangan baru dan perjuangan baru.
    Aku melu semangat mbacane Mbak :)
    Sukses buatmu. Ditunggu kisah2 selanjutnya :)

    ReplyDelete
  2. Kalo aku ngelamar jadi majikan bisa gak sih mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa lah,,, ada au pair dari Argentina yang jadi au pair di Riau, di keluarga Indonesia.

      Delete
  3. btw apa cuman saya yang melihat banyak kata2 luar negrian di sini
    #ehh

    ReplyDelete
  4. waal, luar biasa semangat menjelajahnya mbak. :)

    ReplyDelete
  5. Hai, Kak Girindra! Aku pembaca baru blog kamu :) Salam kenal. Mengenai au pair, aku juga termasuk yang nggak berhasil dapat ijin untuk ikut au pair. Sedih juga sih karena kan melalui au pair pembelajar bahasa Jerman bisa memperdalam kemampuan bahasa Jermannya sekaligus mengenal budaya Jerman langsung di tempat asalnya T^T

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahh,,, aku juga dulu kayak gitu,,,ayooo jangan putus asa!!! coba lagi

      Delete
  6. wahh ternyata au pair berbeda banget ya dengan TKW, saya baru tahu kak kalau ada au pair..

    ReplyDelete
  7. saya pun baru tahu au pair ini apa ...

    ReplyDelete

Join Facebook

Followers

Google+ Followers