Thursday, December 15, 2016

8 hal yang Mahal di Indonesia, tapi Murah di Jerman

Kalau sebelumnya kita membahas tentang hal-hal yang dinilai murah, sangat tidak berarti di Indonesia tapi mahalnya lebay di Jerman, kali ini kebalikannya.
Kota-kota besar di Jerman seperti München merupakan salah satu dari banyak kota termahal di dunia. Seperti menyewa apartemen sepetak perBULANyang terdiri dari satu kamar tidur, dapur, dan kamar mandi saja harganya sama dengan menyewa sebuah rumah ukuran sedang di kota Malang perTAHUN, yakni sekitar 400 hingga 600 euro (6 sampai 10 juta rupiah). Belum lagi makanan, pakaian, dan sebagainya yang harganya paling tidak 7 sampai 10 kali lipat harga di Indonesia (harus di garis bawahi di sini, bukan di Indonesia seperti Jakarta atau Bali, tapi ratusan kota kecil yang rata-rata kebutuhan biaya pokok tidak terlalu tinggi).

Namun siapa yang menyangka, banyak juga loh barang-barang yang kalau kita membelinya di Indonesia MAHAL banget, tapi di Jerman murah banget. Mungkin harga barang ini terbilang hampir sama, tapi kalau kita membelinya di Jerman, barang-barang berikut serasa sangat terjangkau, mengingat dan membandingkan harga serta kebutuhan orang-orang setempat.

 1. KEJU 

 Sebelum berada di Jerman, setahuku, keju itu ya keju. Satu macam, rasanya ya seperti itu. Sumpah!! Begitu tahu keju itu seperti 'tahu', ada banyak macamnya, aku jadi makin benci sama keju (loh??apa hubungannya coba :D). Yup, keju adalah salah satu barang yang bisa di dapatkan dengan harga terjangkau di Jerman. Ada ratusan macam keju dari Cheddar, Gouda, Chammembert, dsb. Bagi penggila keju, Eropa adalah surga.  Mengapa harga keju murah? Karena Belanda sebagai negara penghasil keju masih bertetangga dengan Jerman, untuk mengimport keju dari sana pastinya tidak mahal dan tidak susah.

2. ANGGUR

Konotasi anggur di sini bisa berarti ambigu. Yakni anggur buah dan anggur minuman keras. Kebetulan keduanya memang murah di Jerman, bahkan di toko Turki atau pasar lelang ikan di Hamburg (Fishmarkt), kita bisa mendapatkan 2 sampai 5 kilo anggur hijau dengan membayar 1 euro saja (15 ribu rupiah). Anggur yang kedua (wine) juga tak kalah murahnya di bandingkan dengan di Indonesia.
Mengapa harga wine murah di Eropa? Asumsiku sih karena Italia dan Prancis, negara dengan kontribusi pembuatan wine berkualitas tingkat dunia adanya di Eropa. Import dari kedua negara tersebut pastinya tidak semahal mengimport dari Asia.

3. FAST FOOD

Ini berbanding terbalik dengan di Indonesia. Kalau di Indo, saat bokek, kita larinya ke abang-abang warteg atau PKL, tapi kalau saat jadi kolongmerat, kita mentereng di Mc.D, KFC, dan fast food lainnya. Di Jerman, justru kalau kita bokek, kita pergi aja ke Mc.D, beli satu burger dan coke dengan harga 2 euro. Meski fast food juga terbilang mahal (atau sama harganya dengan di Indo), namun mengingat harga restauran plus tips yang diberikan amat mahal, fast food atau imbis (semacam kios makanan) menjadi alternatif murah bagi kantong-kantong kering pelajar di Jerman.

4. BARANG ELEKTRONIK

Barang Elektronik bisa dibilang cukup terjangkau di Jerman. Baca juga:  Mengapa harga barang elektronik di Jerman lebih murah.

5. BERBAGAI MACAM ROTI

Makanan pokok orang Jerman adalah Roti dan kentang. Seperti di Indonesia, harga beras masih bisa dibilang terjangkau karena makanan pokok orang Indonesia adalah nasi, harga roti-rotian di Jerman juga amat sangat murah dibandingkan dengan di Indonesia. Dan juga ada ratusan pilihan roti dengan harga-harga yang murah dan selalu fresh from the oven tiap hari.

6. DUGEM

Aku tidak bisa membandingkan dengan kota-kota lain di Indonesia selain di Malang, karena sekalipun aku hidup 25 tahun di Indonesia, belum pernah sekalipun aku masuk ke sebuah bar atau club. Namun, menurut informasi yang aku dapatkan, untuk bisa masuk ke sebuah Club, Bar atau Disco Party, kita harus merogoh kocek dalam-dalam demi membayar tiket masuk, belum lagi minuman dan makanan (kalau minum dan makan selama bergoyang). Kalau di Jerman, banyak sekali tempat dugem yang gratis, tinggal masuk, joget, kalau mau minum, ya minum, kalau nggak, ya joget aja sampai pagi. Meskipun banyak yang gratis, banyak juga yang bayar sekitar 3-10 euro dengan gratis bir atau cocktail. Namun, 3-10 euro itu bisa dibilang terjangkau untuk orang Jerman. Sedangkan di Indonesia, untuk membayar masuk ke sebuah Club dengan harga 150 ribu, mending karaoke mah, atau beli bakso nraktir teman-teman sampai meledak. :D

7. BIR dan ALKOHOL

Layaknya dunia malam, minuman beralkohol dan bir, di Jerman terbilang cukup murah ketimbang di Indonesia. Seorang teman dari Jerman yang sering ke Indonesia bilang bahwa harga satu botol bir bintang di Indonesia setara dengan harga 2 bungkus nasi goreng, yang artinya mahal menurut mereka. Padahal di Jerman, harga bir jauh lebih murah dari harga nasi goreng atau makanan lainnya.

8. LIBURAN KE LUAR NEGERI

Liburan ke luar negeri masih menjadi tradisi orang Jerman mulai dari generasi muda hingga pensiunan yang sudah tua. Liburan ke luar negeri bisa jadi amat sangat murah di Jerman bila liburannya ke negara tetangga. Contohnya orang yang tinggal di daerah München (Jerman Selatan), bisa berlibur ke Austria atau Swiss hanya dengan menyetir beberapa jam saja. Naik bis dari Köln (Jerman) ke Amsterdam (Belanda) juga cuma 9 euro saja. Apalagi sekarang lagi marak penawaran tiket pesawat murah. Misalnya liburan ke Mesir satu minggu, inklusive tiket pesawat, hotel, sarapan dan makan malam  hanya sekitar 250 euro saja (sumber: www.urlaubspiraten.de ). Meski kalau di rupiahkan, 250 euro kelihatan mahal, tapi orang Jerman bisa mendapatkan 250 hanya dengan kerja 3 hari saja. Jadi amat sangat murah.


Demikian sharing kita kali ini tentang harga-harga barang yang terbilang cukup terjangkau di Eropa khususnya Jerman. Baca juga artikel menarik lainnya tentang 5 tunjangan anak dan orang tua di Jerman.


Viele Grüße

2 comments:

  1. wahh bukan hanya keju dan anggur yang murah disana, tapi alat elektronik juga terbilang murah..

    ReplyDelete

Join Facebook

Followers

Google+ Followers